Internasional

Rudal Iran Hantam Komplek Pabrik Kimia Israel, Radiasi Picu Kepanikan

100
×

Rudal Iran Hantam Komplek Pabrik Kimia Israel, Radiasi Picu Kepanikan

Sebarkan artikel ini
Israel
Ilustrasi : Dampak Serangan Rudal Iran di Israel

DOHA – Serangan rudal kembali mengguncang Israel. Kali ini, target mengarah ke kawasan industri di Beersheba yang memicu kekhawatiran serius terkait potensi kebocoran bahan berbahaya.

Laporan lapangan menyebutkan, sedikitnya sembilan hingga sepuluh gelombang serangan terjadi sejak tengah malam, dengan wilayah Negev menjadi sasaran utama. Salah satu rudal dilaporkan menghantam langsung kompleks pabrik kimia di kawasan tersebut.

Serangan diduga menggunakan hulu ledak klaster, yang dapat menyebar menjadi sejumlah proyektil kecil dengan radius dampak luas hingga beberapa kilometer. Akibatnya, tim penyelamat harus menyisir banyak titik yang berpotensi terdampak.

Pabrik yang terkena serangan merupakan bagian dari zona industri strategis yang menampung puluhan fasilitas, termasuk produksi bahan kimia seperti bromin serta pusat pengolahan limbah berbahaya terbesar di Israel.

Otoritas setempat bergerak cepat dengan mengerahkan tim khusus mengenakan perlindungan penuh, termasuk masker dan perlengkapan hazmat. Warga di sekitar lokasi diminta tetap berada di dalam rumah, menutup rapat jendela, atau meninggalkan area jika memungkinkan.

Kekhawatiran utama saat ini adalah potensi kebocoran zat berbahaya akibat kebakaran yang terjadi pasca serangan. Meski belum ada konfirmasi resmi terkait kebocoran radiasi atau bahan kimia, asap tebal yang membumbung dari lokasi memicu kewaspadaan tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, jalur utama yang menghubungkan Israel bagian tengah dan selatan ditutup sementara untuk mencegah mobilitas warga menuju area terdampak.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun, situasi di lapangan masih berkembang dan dinilai berisiko tinggi, terutama jika kebocoran bahan berbahaya benar-benar terjadi.

Insiden ini menandai eskalasi baru dalam konflik, dengan target yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga menyasar infrastruktur vital berisiko tinggi. (Sumber : Al Jazeera)