Internasional

Perang Iran Jadi Alasan AS Menahan Penjualan Senjata ke Taiwan

×

Perang Iran Jadi Alasan AS Menahan Penjualan Senjata ke Taiwan

Sebarkan artikel ini
Bendera negara Taiwan. Foto: Anadolu

SPIRITS.ID – Amerika Serikat menangguhkan penjualan senjata senilai USD14 miliar kepada Taiwan karena kebutuhan persenjataan untuk menghadapi perang melawan Iran, sebagaimana disampaikan pejabat Angkatan Laut AS.

Penjabat Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengungkapkan keputusan tersebut dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Pertahanan Senat di Washington pada Kamis.

Menurut Cao, penundaan itu dilakukan agar militer AS tetap memiliki cadangan amunisi yang memadai untuk operasi militer “Epic Fury” dalam konflik dengan Iran.

“Saat ini kami melakukan jeda untuk memastikan kami memiliki amunisi yang dibutuhkan untuk Epic Fury, dan kami memiliki cukup persediaan,” ujar Cao kepada anggota komite.

Ia menjelaskan bahwa penjualan militer ke negara lain akan kembali dijalankan apabila pemerintah menilai kondisi sudah memungkinkan.

Cao juga menyebut keputusan final mengenai penjualan senjata kepada Taiwan nantinya akan ditentukan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Meski demikian, penjelasan Cao berbeda dengan alasan yang sebelumnya disampaikan Presiden Donald Trump.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa penjualan senjata ke Taiwan kemungkinan ditunda sebagai “alat negosiasi” dengan China.

“Saya belum menyetujuinya. Kita lihat nanti apa yang akan terjadi. Saya mungkin melakukannya, mungkin juga tidak,” ujar Trump kepada Fox News.

Trump turut mengatakan bahwa isu tersebut telah ia bahas secara mendalam bersama Presiden China Xi Jinping saat kunjungannya ke China dan keputusan akan diambil dalam waktu dekat.

Sejumlah laporan media menyebut Amerika Serikat selama bertahun-tahun berpegang pada prinsip “Six Assurances” dalam hubungan dengan Taiwan, termasuk komitmen untuk tidak berkonsultasi dengan China terkait penjualan senjata kepada Taiwan.

Walaupun Cao menegaskan stok amunisi AS masih aman, beberapa laporan menyebut militer AS telah mengerahkan ribuan rudal sejak perang Iran pecah pada 28 Februari.

Stok rudal jelajah Tomahawk, rudal pencegat Patriot, Precision Strike Missile, serta rudal darat ATACMS dilaporkan mengalami penurunan cukup besar.

Gedung Putih juga disebut tengah mempertimbangkan pengajuan tambahan anggaran sebesar 80 hingga 100 miliar dolar AS kepada Kongres guna mendukung perang Iran, termasuk untuk mengisi kembali stok persenjataan yang telah digunakan.

Sejak April, konflik Iran memasuki tahap gencatan senjata sehingga penggunaan amunisi mulai berkurang.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menolak kekhawatiran mengenai menurunnya persediaan amunisi dan menilai isu itu terlalu dibesar-besarkan.

Di tengah konflik Iran, Taiwan meminta pemerintahan Trump tetap meneruskan penjualan senjata untuk mengantisipasi potensi ancaman militer dari China.

Perwakilan Taiwan untuk AS Alexander Yui menyatakan Taiwan perlu meningkatkan kemampuan pertahanan demi mencegah pecahnya perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *