Daerah

Demplot KSP Digenjot, Garut Bidik Lonjakan Hasil Padi

32
×

Demplot KSP Digenjot, Garut Bidik Lonjakan Hasil Padi

Sebarkan artikel ini
Workshop
Workshop "Penanaman Padi Metode Demplot KSP" yang bertempat di Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah Garut, Jalan Raya Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler

GARUT – Kabupaten Garut mulai mengakselerasi peningkatan produktivitas pangan lewat Workshop Penanaman Padi Metode Demplot KSP yang digelar di Pondok Pesantren Luhur Al Wasilah, Tarogong Kaler, Selasa (14/4/2026).

Program ini didorong sebagai model percontohan pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi tanam, hasil panen, dan kapasitas petani milenial.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Dedi, menegaskan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Menurutnya, kontribusi komoditas padi dan jagung ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari 2,37 persen menjadi 5,9 persen.

Karena itu, inovasi metode tanam dinilai penting agar produktivitas lahan terus meningkat.

“Kami menyambut baik workshop ini. Semoga menjadi contoh langsung teknik modern bagi petani milenial,” ujar Dedi.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Perserikatan Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia yang dinilai aktif menyumbang gagasan dan dukungan nyata bagi sektor pertanian Garut.

Ketua DPW Jabar Perserikatan Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia, Elis Suciati, menyebut Garut sebagai wilayah strategis untuk pengembangan ekosistem pertanian terpadu.

Selain lahan pertanian yang luas, Garut juga memiliki potensi besar di sektor peternakan dan kelautan.

“Garut sangat strategis untuk pengembangan program PERMATANI,” kata Elis.

Sebelumnya, metode serupa telah diterapkan di Sumedang.
Tahun ini, Garut menjadi daerah ekspansi berikutnya untuk memperluas model pertanian berbasis demplot tersebut.

Sementara itu, Ketua PERMATANI Kabupaten Garut, Ede Sukmana, berharap metode KSP mampu memberi dampak nyata terhadap hasil panen petani.

Ia menilai pendekatan demplot bisa menjadi jembatan antara teori dan praktik langsung di lapangan.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis metode KSP oleh pakar pertanian, Prof. Surahman.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa Garut tak ingin sekadar menjaga produksi pangan, tetapi mulai membangun lompatan produktivitas lewat pertanian berbasis teknologi dan contoh nyata di sawah.