Politik dan Pemerintahan

Jelang Muscab, “Bongkar-Pasang” PAC PPP Tasikmalaya Memanas

13
×

Jelang Muscab, “Bongkar-Pasang” PAC PPP Tasikmalaya Memanas

Sebarkan artikel ini
SK PPP
Pimpinan PAC PPP Tasikmalaya Baru Tunjukan SK dari Uu Ruzhanul Ulum

TASIKMALAYA – Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan digelar 18 April 2026, suhu politik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Tasikmalaya mendadak memanas.

Pergantian kepengurusan di sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC), terutama Indihiang dan Cipedes, memantik spekulasi soal arah pertarungan menjelang perebutan formatur DPC.

Sorotan terbesar mengarah ke PAC Indihiang.

Lewat SK DPW PPP Jawa Barat Nomor 015/SK/DPW/K/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026, posisi Ketua yang sebelumnya dijabat Sonny Senjaya diganti.
Dalam struktur baru, Buloh Hasbulloh naik menjadi Plt Ketua, didampingi Ari Supriatna sebagai Plt Sekretaris.

Perubahan juga menyasar PAC Cipedes.

Nama Sri Sugiarti tak lagi tercantum sebagai sekretaris dan digantikan oleh Trisna Ruhyan sebagai pelaksana tugas.

Secara administratif, DPC menyebut langkah itu sebagai bagian dari penataan organisasi.

Namun, timing perubahan yang sangat dekat dengan Muscab membuat isu berkembang liar di kalangan kader.

Maklum, setiap PAC memegang satu hak suara strategis dalam pemilihan formatur DPC.

Artinya, perubahan struktur PAC jelang Muscab selalu dibaca lebih dari sekadar administrasi.

Sonny Senjaya mengaku terkejut atas pergantian tersebut.

Ia menegaskan hingga saat ini masih aktif menjalankan tugas dan masa baktinya secara formal masih berlaku sampai 2027.

“Saya masih aktif dan menjalankan amanah organisasi seperti biasa,” ujarnya, Selasa (13/4/2026).

Sonny juga mempertanyakan dasar keputusan yang menurutnya belum pernah dijelaskan secara terbuka kepada dirinya.

Nada serupa disampaikan Sri Sugiarti.

Ia mengaku tetap memegang SK yang sah sehingga pencoretan namanya dari struktur baru dinilai mengejutkan.

Di sisi lain, Plt Sekretaris DPC PPP Kota Tasikmalaya, Hilman Wiranata, membantah adanya motif politis.

Menurut Hilman, perubahan PAC merupakan hasil verifikasi faktual terhadap kinerja kepengurusan pasca Mukerwil PPP Jabar di Cirebon, November 2025.

“Ini murni evaluasi kinerja organisasi, bukan karena alasan lain,” tegasnya.

Ia menyebut seluruh proses sudah melalui pemanggilan, verifikasi administrasi, berita acara, absensi, hingga dokumentasi lengkap.

Pergantian PAC menjelang Muscab ini sulit dilepaskan dari aroma kontestasi. Sebab di balik bahasa “evaluasi organisasi”, tersimpan pertaruhan besar: siapa menguasai PAC, dia berpotensi menguasai arah kepemimpinan PPP Kota Tasikmalaya menuju Pemilu 2029.