TASIKMALAYA – Warga Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, digegerkan penemuan jasad seorang petugas keamanan di kolam ikan depan rumah makan, Minggu pagi (12/4).
Korban diketahui berinisial DK (46), yang sehari-hari bertugas sebagai satpam di lokasi tersebut.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh rekan kerjanya yang biasa menjemput untuk berbelanja ke Pasar Cikurubuk.
Saat tiba di lokasi, saksi tidak melihat korban di tempat biasa berjaga.
Karena curiga, saksi bersama rekan kerja lain langsung melakukan pencarian di sekitar area rumah makan.
Pencarian itu berujung pada penemuan korban dalam kondisi mengambang di kolam ikan bagian depan.
Peristiwa tersebut sontak membuat warga sekitar geger dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil olah TKP dan rekaman CCTV, korban sebelumnya terlihat berjalan dari dalam rumah makan menuju pintu depan sekitar pukul 03.26 WIB.
Korban diduga terjatuh ke kolam dengan posisi kepala lebih dulu.
Dalam rekaman, korban sempat berusaha bangkit dan berpindah ke ujung kolam.
Namun beberapa menit kemudian, korban kembali terjatuh dan tidak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia.
Keterangan saksi menyebutkan, malam sebelumnya korban sempat mengeluhkan sakit badan.
Korban juga diketahui sempat dipijat di area musala sebelum beristirahat.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah obat pribadi milik korban, seperti obat pereda nyeri dan koyo.
Hasil pemeriksaan luar tim medis RSUD dr. Soekardjo tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Meski begitu, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
PS Kapolsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota, AKP Agus Khusaeni, membenarkan peristiwa tersebut.
Agus Khusaeni mengatakan korban ditemukan oleh sesama petugas keamanan yang kemudian melapor ke polisi.
“Benar, kami menerima laporan terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di kolam rumah makan,” ujarnya.
Menurut Agus, dari rekaman CCTV korban terlihat berjalan dari dalam saat kondisi kesehatannya sedang menurun.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit setelah proses identifikasi oleh tim Inafis selesai dilakukan.








