Politik dan Pemerintahan

IPM Garut Masih Terpuruk, Bupati Minta Bantuan Alumni ITB

×

IPM Garut Masih Terpuruk, Bupati Minta Bantuan Alumni ITB

Sebarkan artikel ini
IPM Garut
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jabar, IA ITB asal Garut, dan Rumah Amal Salman

GARUT – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut masih tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Barat. Kondisi itu dinilai menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Hal tersebut disampaikan Syakur saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jawa Barat, IA ITB asal Garut, dan Rumah Amal Salman di Pendopo Garut, Sabtu (2/5/2026).

Menurut Syakur, posisi IPM Garut saat ini masih berada di peringkat 26 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Ini saya lagi ngejar, cuma memang tidak gampang. Banyak hal yang harus kita kerjakan bersama. Karena itu kami perlu bantuan bapak ibu semua,” ujar Syakur.

Ia mengatakan, tantangan pembangunan di Garut tergolong kompleks. Selain memiliki wilayah terluas ketiga di Jawa Barat dengan luas sekitar 3.100 kilometer persegi, jumlah penduduk Garut juga mencapai hampir 2,9 juta jiwa.

Tak hanya persoalan IPM, Syakur juga menyoroti rendahnya produktivitas ekonomi masyarakat Garut. Berdasarkan data yang dipaparkannya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Garut baru berada di angka Rp30 juta.

Angka tersebut masih jauh tertinggal dibanding rata-rata Jawa Barat sebesar Rp57 juta dan nasional sebesar Rp74 juta.

“Padahal peningkatan produktivitas harus didukung penguasaan teknologi, ilmu pengetahuan, dan akses modal,” katanya.

Syakur menilai keberadaan para alumni ITB memiliki potensi besar untuk membantu percepatan pembangunan daerah, khususnya melalui kontribusi pemikiran, inovasi teknologi, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan intelektual dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Garut.

“Kalau bapak ibu ingin berkontribusi, saya sangat senang sekali. Karena Garut ini punya banyak dinamika dan tantangan pembangunan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *