Internasional

Israel Kelabakan di Perbatasan, Drone FVP Hezbollah Tak Bisa Ditangkis

×

Israel Kelabakan di Perbatasan, Drone FVP Hezbollah Tak Bisa Ditangkis

Sebarkan artikel ini
Dron
Drone First Person View FVP) Hizbullah

BEIRUT – Gencatan senjata rapuh antara Israel dan Lebanon belum mampu menghentikan konflik bersenjata dengan kelompok militan Hezbollah.

Serangan terbaru Hezbollah kembali memicu kekhawatiran setelah drone FirstPerson View (FVP) mereka dilaporkan mampu menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam kawasan dekat perbatasan Lebanon.

Rekaman yang beredar memperlihatkan kendaraan terbakar di sebuah kibbutz setelah dihantam serangan drone. Petugas pemadam kebakaran Israel tampak berjibaku memadamkan api di lokasi kejadian.

Hezbollah mengklaim serangan tersebut merupakan bagian dari operasi terhadap target militer Israel. Kelompok itu juga merilis video yang diklaim memperlihatkan momen drone menghantam wilayah Israel.

Analis drone dari King’s College London, Zachary Kallenborn, menilai keunggulan drone Hezbollah terletak pada ukuran kecil, kemampuan terbang rendah, tak bisa di jam, biaya produksi yang murah namun efektif.

“Drone seperti ini sulit dideteksi radar tradisional karena terbang rendah dan memiliki jejak kecil. Dalam banyak kasus, sistem pertahanan modern lebih dirancang menghadapi rudal besar atau pesawat tempur,” ujar Kallenborn dalam analisanya.

Ia juga menilai strategi perang drone murah memberi tekanan besar terhadap sistem pertahanan mahal milik Israel.

“Ini perang asimetris. Hezbollah bisa mengirim drone berbiaya rendah untuk memaksa Israel mengeluarkan rudal pencegat bernilai sangat mahal,” katanya.

Meski memiliki kekuatan militer jauh lebih besar, Israel dinilai mulai menghadapi tantangan serius menghadapi pola perang modern yang diterapkan Hezbollah.

Kelompok yang didukung Iran itu kini mengandalkan kombinasi rudal dan drone untuk mengganggu pertahanan Israel di wilayah utara.

Konflik berkepanjangan di perbatasan Israel-Lebanon sejauh ini telah menewaskan banyak korban di kedua pihak dan memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi dari wilayah konflik. (sumber : Youtube DW News)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *