Politik dan Pemerintahan

Bupati Bandung Barat Tegas Peringatkan ASN: Tolak Percaloan dan Utamakan Pelayanan Bersih

×

Bupati Bandung Barat Tegas Peringatkan ASN: Tolak Percaloan dan Utamakan Pelayanan Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail

BANDUNG BARAT – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar menerapkan kebiasaan positif dalam bekerja secara konsisten. Ia menegaskan, birokrasi yang kuat tidak cukup dibangun lewat program besar, tetapi harus ditopang disiplin, integritas, dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Jeje saat memberikan arahan kepada jajaran ASN, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah lahir dari perilaku aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari, bukan sekadar dari slogan atau target administratif.

“Disiplin, hadir tepat waktu, dari laporan yang jujur, dari pelayanan yang tulus, serta dari keberanian untuk menolak segala praktik yang mencederai kepercayaan publik,” kata Jeje.

Ia menekankan, seluruh ASN wajib melaporkan progres kerja harian melalui aplikasi e-Kinerja BKN. Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap pekerjaan terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap aktivitas harus tercatat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena pada hakikatnya, kita bekerja bukan hanya untuk atasan, tetapi untuk masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kita,” ujarnya.

Jeje juga menegaskan bahwa disiplin tidak hanya diukur dari kehadiran fisik di kantor, melainkan dari integritas sikap dan tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah jabatan.

“Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kesempatan,” tegasnya.

Dalam arahannya, Bupati secara khusus menyoroti potensi praktik percaloan dalam pelayanan publik. Ia meminta seluruh ASN memastikan masyarakat mendapatkan hak layanan tanpa harus mencari jalan belakang.

“Jangan sampai ada praktik percaloan di Bandung Barat. Saya tidak ingin mendengar ada masyarakat yang harus mencari jalan belakang untuk mendapatkan pelayanan yang menjadi haknya,” katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan mentoleransi aparatur yang menyalahgunakan jabatan, mencari keuntungan pribadi, atau terlibat dalam praktik pungli dan percaloan.

“Kami tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada ASN yang menyalahgunakan jabatan atau mencederai kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Jeje menutup arahannya dengan menegaskan bahwa wajah pemerintah tercermin dari kualitas pelayanan publik. Karena itu, birokrasi di Bandung Barat harus dibangun dengan fondasi yang bersih, jujur, dan profesional.

“Jangan hanya membangun birokrasi yang baik di atas kertas, namun rapuh dalam pelaksanaan. Pelayanan publik adalah wajah pemerintah. Wajah tersebut harus bersih, jujur, dan dapat dipercaya,” tandasnya. (GAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *