Nasional

Kerja Sama Antariksa RI–Rusia Menguat, Biak Jadi Sorotan

×

Kerja Sama Antariksa RI–Rusia Menguat, Biak Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
BRIN
Kerja Sama Antariksa RI–Rusia Menguat, Biak Jadi Sorotan

JAKARTA – Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengungkapkan bahwa negaranya tengah menjajaki peluang kolaborasi eksplorasi antariksa bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Mungkin setelah diskusi dan negosiasi ini, kami akan memiliki beberapa program kerja sama spesifik di bidang pembangunan pelabuhan antariksa di Indonesia,” ujar Dubes Tolchenov usai menghadiri pemutaran film “Russia’s History in Space” di Jakarta, Senin malam.

Ia menjelaskan bahwa potensi kerja sama tersebut tidak hanya mencakup pembangunan pelabuhan antariksa, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam peluncuran satelit maupun pemanfaatan satelit untuk kegiatan eksplorasi ruang angkasa.

“Jadi, kemampuan yang berbeda, tetapi sekarang kami sedang membahas apa yang dapat kita lakukan bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada 17 April, BRIN menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan pelabuhan antariksa di Pulau Biak, Papua, dengan memperkuat kemitraan bersama perusahaan antariksa Rusia, Roscosmos.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan keyakinannya bahwa kerja sama dengan Roscosmos dapat mendorong percepatan realisasi ambisi Indonesia memiliki pelabuhan antariksa pertama di kawasan Asia Tenggara.

“Kami percaya bahwa Rusia dengan pengalaman dan teknologi canggih barunya dapat membantu Indonesia dalam mencapai impian kami untuk menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki pelabuhan antariksa,” katanya.

Sebagai bagian dari peringatan 65 tahun penerbangan manusia pertama ke luar angkasa, Kedutaan Besar Rusia menggelar pemutaran film “Russia’s History in Space” di Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Dubes Sergei Tolchenov menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga ditujukan untuk edukasi publik sekaligus memperkenalkan capaian para kosmonaut, ilmuwan, serta insinyur Soviet dan Rusia sepanjang abad ke-20. (Rifqi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *