Edukasi

Belum Cukup Bukti Arkeologis, Pakar: Pasir Badigul Sulit Ditetapkan Jadi Situs

×

Belum Cukup Bukti Arkeologis, Pakar: Pasir Badigul Sulit Ditetapkan Jadi Situs

Sebarkan artikel ini
Bukit Badigul
Bukit Badigul

BANDUNG — Pakar sejarah Sunda, Retno, menilai kawasan Pasir Badigul Rancamaya sulit ditetapkan sebagai situs bersejarah karena minimnya bukti autentik yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun arkeologis.

Hal itu disampaikan Retno usai mengikuti kegiatan Gotrasawala atau Diskusi Batutulis dan Mahkota Binokasih di Museum Pajajaran.

Menurutnya, berbagai jejak yang sebelumnya diyakini berkaitan dengan peninggalan Kerajaan Pajajaran kini sudah banyak mengalami perubahan bahkan hilang akibat aktivitas pembangunan.

“Pasir Badigul tidak bisa langsung dinyatakan sebagai situs karena bukti autentiknya sangat minim. Tidak ada dokumentasi kuat, termasuk foto-foto kondisi awal sebelum kawasan itu dibongkar,” ujar Retno.

Ia menjelaskan, salah satu temuan yang sempat dianggap sebagai petunjuk sejarah hanyalah sebuah batu menhir yang berada di halaman rumah almarhum Bah Oding. Namun keberadaan batu tersebut dinilai tidak lagi memiliki kekuatan pembuktian karena sudah berpindah dari lokasi aslinya.

Selain itu, sejumlah penanda lain yang diyakini berkaitan dengan sejarah Pajajaran juga disebut nyaris hilang. Salah satunya cekungan yang dipercaya sebagai bekas Talaga Rena Mahawijaya yang kini telah tertimbun aktivitas pengembangan kawasan.

Retno mengatakan, kondisi tersebut membuat berbagai dugaan mengenai keberadaan bangunan monumental peninggalan masa Pajajaran di kawasan Pasir Badigul kini sulit diverifikasi.

“Sekarang yang tersisa lebih banyak sebatas cerita dan imajinasi mengenai kemungkinan pernah berdirinya bangunan monumental atau pulasara raja di kawasan itu,” katanya.

Ia menambahkan, upaya pelestarian kawasan juga menghadapi kendala besar, termasuk keterbatasan lahan dan belum adanya pihak yang mampu merealisasikan pembangunan penanda sejarah di lokasi tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor disebut masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur lain, seperti proyek Jalan R3 sesi 3 dan pembangunan pusat perkantoran baru Pemkot Bogor.

Meski demikian, Retno berharap kajian sejarah dan budaya terkait kawasan Pasir Badigul tetap terus dilakukan agar jejak peradaban Sunda tidak hilang begitu saja ditelan perkembangan zaman.

Diketahui Pasir Badigul (atau Bukit Badigul) adalah tempat bersejarah di Rancamaya, Bogor Selatan yang diyakini sebagai tempat pemakaman atau persemayaman terakhir Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) dari Kerajaan Pajajaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *