Nasional

Prabowo Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Bencana Banjir Sumatera Utara

89
×

Prabowo Ajak Semua Pihak Bersatu Hadapi Bencana Banjir Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Kondisi Pemukiman Warga Tapanuli Usai diterjang banjir

Presiden Prabowo Subianto menyerukan pentingnya ketabahan, solidaritas, dan koordinasi lintas instansi dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Ajakan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau langsung lokasi terdampak, Senin (1/12/2025).

Presiden tiba di Posko Penanganan Bencana Tapanuli Tengah pada pukul 08.41 WIB, disambut jajaran petugas yang sejak awal mengupayakan evakuasi dan distribusi bantuan. Dalam keterangannya, Prabowo menekankan apresiasi terhadap seluruh pihak yang bergerak cepat di lapangan.

“Saya terima kasih semua pihak, terutama semua instansi yang reaksinya sangat cepat untuk memberi bantuan. Memang kondisi alam sangat menantang dan menimbulkan banyak kesulitan,” ujar Presiden.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah jalur logistik masih terputus, namun pemerintah terus mengerahkan berbagai armada untuk mempercepat akses bantuan. “Masalah BBM juga terus kita atasi. Kapal besar sudah merapat di Sibolga, dan Hercules kita kerahkan setiap hari untuk distribusi ke berbagai titik,” jelasnya.

Prabowo menegaskan bahwa kekompakan semua pihak menjadi kunci pemulihan yang lebih cepat. “Kita hadapi musibah ini dengan tabah dan solidaritas. Negara kita kuat dan mampu mengatasi,” tegasnya.

Sementara itu, pakar hidrologi hutan dan konservasi DAS UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, menilai banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 bukanlah peristiwa tunggal. Ia menyebut fenomena ini merupakan bagian dari pola berulang bencana hidrometeorologi yang meningkat dalam dua dekade terakhir.

Menurutnya, curah hujan ekstrem—lebih dari 300 mm per hari di beberapa wilayah Sumut—dipicu dinamika atmosfer tidak biasa, termasuk terbentuknya Siklon Tropis Senyar di Selat Malaka. Namun faktor alam bukan satu-satunya penyebab.

“Cuaca ekstrem hanyalah pemicu awal. Dampak merusaknya diperparah oleh rapuhnya benteng alam di kawasan hulu,” jelas Hatma.

Pemerintah pusat kini memprioritaskan percepatan pemulihan infrastruktur, distribusi kebutuhan pokok, serta mitigasi lanjutan untuk mencegah banjir susulan.

Sumber: Kompas TV