Nasional

Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diminta Waspada Polusi

×

Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diminta Waspada Polusi

Sebarkan artikel ini
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Dunia
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Dunia

JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk. Indeks kualitas udara (AQI) tercatat berada di angka 139 atau masuk kategori tidak sehat, Minggu (pagi, 06.00 WIB).

Data dari IQAir menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 51,1 mikrogram per meter kubik, yang berpotensi berdampak pada kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Dalam pemeringkatan global, Jakarta bahkan menempati posisi ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas luar ruangan serta menggunakan masker guna mengurangi risiko paparan polusi udara.

Paparan PM2.5 pada level tersebut dapat memicu gangguan pernapasan, memperburuk penyakit paru-paru, hingga berdampak pada kesehatan hewan dan tumbuhan.

Sebagai perbandingan, kualitas udara dengan kategori baik berada pada rentang PM2.5 0–50 dan tidak berdampak pada kesehatan. Sementara kategori sedang berada di kisaran 51–100, yang mulai memengaruhi kelompok sensitif.

Adapun kategori sangat tidak sehat berada di rentang 200–299, dan kategori berbahaya di angka 300–500 yang berisiko serius bagi seluruh populasi.

Secara global, kota dengan kualitas udara terburuk ditempati Delhi, India dengan indeks 330. Disusul Chiang Mai, Thailand (184), Kathmandu, Nepal (163), Shenzhen, China (154), dan Chengdu, China (152).

Mengantisipasi kondisi ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan langkah cepat menghadapi potensi peningkatan polusi saat musim kemarau.

Upaya tersebut meliputi penguatan sistem pemantauan kualitas udara, pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor, hingga evaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU).

Pemprov juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas wilayah, mengingat persoalan polusi udara tidak bisa ditangani secara parsial oleh satu daerah saja.

Langkah terpadu dinilai menjadi kunci untuk menekan tingkat pencemaran udara yang terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan warga ibu kota. (Rifqi)