Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Ngopi Berbarengan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya, Senin (19/1/2026) pagi.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kejari Kota Tasikmalaya tersebut dikemas dalam suasana santai namun sarat makna, menjadi ruang dialog terbuka untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas institusi.
Acara ini sekaligus menjadi pertemuan perdana Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya yang baru, Erny Veronica Maramba, dengan unsur Forkopimda dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta menyamakan persepsi dalam mengawal pembangunan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan didampingi Wakil Wali Kota Diky Candra, Sekretaris Daerah Asep Goparullah, unsur Forkopimda, serta para kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Kajari Erny menegaskan bahwa Ngopi Berbarengan bukan sekadar minum kopi bersama, melainkan menjadi ruang strategis untuk membangun kepercayaan dan komitmen bersama.
“Kalau tidak dikenal, tidak disayang,” ujar Erny sambil memperkenalkan diri sebagai Kajari yang baru bertugas di Kota Tasikmalaya.
Ia menekankan peran Kejaksaan tidak hanya sebatas penindakan hukum, tetapi juga pengawalan pembangunan melalui langkah pencegahan sejak dini.
“Pemberantasan korupsi harus dimulai dari pencegahan. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan sesuai aturan, tanpa penyimpangan dan permainan proyek,” tegasnya.
Erny menambahkan, Kejaksaan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah melalui pendampingan hukum, keterbukaan sejak tahap perencanaan, serta penguatan komitmen antikorupsi.
Meski demikian, ia memastikan penindakan tegas akan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang merugikan keuangan negara.
“Kalau sudah masuk penindakan, kami tegas. Tapi kami juga tidak mencari-cari kesalahan,” jelasnya.
Untuk memperkuat kinerja internal, Erny memperkenalkan jargon RESIK yang merupakan singkatan dari Responsif, Efektif, Solutif, Integritas, dan Kolaboratif.
Nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi Kejaksaan yang bersih, profesional, dan terpercaya.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut positif langkah Kejari yang menitikberatkan pada pencegahan korupsi.
Ia menilai sinergi antara Pemkot dan Kejari menjadi kunci penting dalam mengantisipasi penyimpangan sejak awal.
“Kita sudah satu arah. Sinergi ini harus terus diperkuat,” kata Viman.
Ia menegaskan, penguatan peran Inspektorat dan seluruh jajaran Pemkot akan terus dilakukan agar potensi masalah dapat dicegah sejak tahap perencanaan.
“Setiap rupiah APBD harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pencegahan harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
Foto: Suasana Ngopi Bersama Kejari dan Forkopimda Kota Tasikmalaya








