JAKARTA – Mantan Duta Besar RI untuk Kuba periode 2020–2025, Nana Yuliana, mengungkap keberhasilan Kuba membangun sumber daya manusia (SDM) melalui kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis.
Menurut Nana Yuliana, sejak era pemerintahan Fidel Castro, Kuba memprioritaskan pembangunan manusia melalui dua sektor utama, yakni pendidikan dan kesehatan.
“Ketika Fidel naik, ada dua hal yang harus dibangun. Pertama soal pendidikan. Pendidikan di sana gratis mulai S1, S2 sampai S3,” ujar Nana Yuliana dalam sebuah rekaman video pendek.
Ia menjelaskan, kebijakan pendidikan gratis tersebut dilakukan untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat Kuba yang saat itu masih rendah.
Selain pendidikan, Kuba juga membangun sistem kesehatan gratis bagi masyarakatnya.
“Yang kedua, kesehatan juga gratis,” katanya.
Nana Yuliana juga menyoroti sistem parlemen di Kuba yang menurutnya cukup unik. Ia menyebut anggota parlemen di negara tersebut tidak menerima gaji seperti anggota legislatif di banyak negara lainnya.
Menurutnya, mayoritas anggota parlemen Kuba berasal dari berbagai kalangan profesi, seperti guru, petani, hingga dokter.
“Anggota parlemen di sana kebanyakan berasal dari golongan profesi. Ada guru, petani, dokter. Mereka profesional dan digaji dari profesinya masing-masing,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut menjadi bagian dari sistem pemerintahan Kuba yang berupaya menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama negara.




