Denyut seni dan budaya Kota Tasikmalaya kembali menggema hingga panggung internasional. Kali ini, semangat kebudayaan tersebut dibawa kakak beradik, Natasha Ramjana dan Laila Aisyah, yang akan tampil dalam ajang Festival Cultural Exchange Internasional di Thailand.
Natasha Ramjana merupakan mahasiswi Universitas Siliwangi (Unsil) Program Studi Penjas/PJOK, sementara sang adik, Laila Aisyah, tercatat sebagai siswi SMPN 1 Tasikmalaya. Keduanya terpilih sebagai bagian dari delegasi seni Indonesia yang diikuti peserta dari lebih dari 30 negara.
Natasha dan Laila adalah putri pasangan Hasef Husen dan Hercita SP, warga Jalan Yudanegara, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Mereka bernaung di Sanggar Dewa Motekar, sanggar seni yang dikenal konsisten mengantarkan talenta lokal Tasikmalaya menembus panggung dunia, di bawah pimpinan Chris Novika Supardi, M.Pd.
Rombongan duta seni dijadwalkan dilepas secara resmi melalui apel pagi di halaman Kantor Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Selasa (27/1/2026), sebelum bertolak ke Thailand pada 30 Januari 2026.
Keberangkatan ini menjadi bukti nyata bahwa seni tradisi lokal Tasikmalaya terus menemukan ruang dialog di tingkat global. Bahkan, ini merupakan pemberangkatan kelima Sanggar Dewa Motekar ke Thailand setelah kembali menerima undangan khusus dari Kerajaan Thailand.
Selama dua pekan, para duta budaya Tasikmalaya akan tampil di sejumlah lokasi prestisius, di antaranya Surindra Rajabhat University, lingkungan Kerajaan Thailand, sekolah internasional, serta berbagai panggung seni dan budaya lainnya.
Sebanyak 11 talenta terbaik dari Tasikmalaya dan sekitarnya ambil bagian dalam misi budaya tersebut, mayoritas tampil sebagai penari dan model dalam berbagai sesi pertunjukan maupun kompetisi seni. Untuk mendukung performa, rombongan turut didampingi pelatih dan penerjemah profesional.
Sebagai kakak beradik, Natasha dan Laila menjadi perhatian tersendiri. Keduanya akan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Jawa Barat, melalui pertunjukan Tari Saman, Tari Jalatunda, Tari Kaladaru, hingga peragaan busana tradisional Nusantara. Mereka juga dijadwalkan mengikuti kompetisi modeling tingkat internasional.
“Harapannya bukan hanya dikenal di Kota Tasikmalaya, tetapi bisa melangkah ke tingkat yang lebih tinggi dan diakui dunia,” ujar Laila, Rabu (21/1/2026).
Sang ibu, Hercita SP, mengaku bangga atas konsistensi kedua putrinya menekuni dunia seni sejak usia dini hingga kini dipercaya membawa nama daerah ke luar negeri.
“Mudah-mudahan anak-anak bisa membawa nama baik orang tua, daerah, Jawa Barat, dan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Deddy Muyana, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas partisipasi Sanggar Dewa Motekar di ajang internasional tersebut.
“Alhamdulillah, mereka membawa nama Kota Tasikmalaya ke kancah internasional. Semoga di Thailand, nama Tasikmalaya semakin bergema,” katanya.
Dengan langkah penuh percaya diri, para duta seni ini siap mengibarkan panji budaya Nusantara, menjadikan Tasikmalaya tak sekadar dikenal, tetapi diperhitungkan di peta budaya dunia.








