Beredar kabar sebanyak 23 prajurit TNI diduga tertimbun dalam bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangkung, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu, 24 Januari 2020.
Menanggapi informasi tersebut, Kodam III/Siliwangi memberikan klarifikasi.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Infanteri Mahmudin, menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan dan verifikasi data di lapangan. Hingga saat ini, belum ada informasi pasti yang memastikan adanya anggota TNI yang termasuk dalam daftar korban hilang maupun korban selamat.
“Informasi tersebut masih dalam proses pendataan. Kepastian baru bisa disampaikan setelah verifikasi selesai dilakukan,” ujar Mahmudin.
Ia menjelaskan, fokus utama saat ini adalah proses evakuasi dan pencarian korban bersama tim gabungan. Proses pencarian korban termasuk dari jajaran TNI mengalami kendala cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang, yang membahayakan keselamatan petugas.
Selain itu, alat berat sulit dioperasikan karena material longsor dan aliran air yang masih bergerak.
Berdasarkan perkembangan terbaru, hingga Minggu, 25 Januari, sebanyak 16 korban kritis telah ditemukan. Tujuh di antaranya sudah teridentifikasi, sementara sisanya masih dalam proses pendataan dan belum ada anggota TNI yang teridentifikasi sebagai korban.
Aparat gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.








