Daerah

Budaya Garut Dibawa Mendunia Lewat Industri Game Digital

44
×

Budaya Garut Dibawa Mendunia Lewat Industri Game Digital

Sebarkan artikel ini
Global Game di Garut
kegiatan Global Game Jam 2026 di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul

Upaya membawa budaya lokal ke panggung global kini tidak lagi terbatas pada seni pertunjukan atau kuliner. Kabupaten Garut mulai melangkah lebih jauh dengan memanfaatkan industri game digital sebagai medium baru diplomasi budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, secara resmi membuka kegiatan Global Game Jam 2026 di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Beni menegaskan bahwa pengembangan game tidak boleh dilepaskan dari akar budaya lokal. Menurutnya, kolaborasi antara teknologi digital dan kearifan lokal menjadi kunci agar Garut tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen karya kreatif berkelas dunia.

“Saya mendorong para developer game untuk memperbanyak interaksi dengan komunitas budaya di Garut, termasuk Dewan Kesenian Kabupaten Garut. Di sana ada kekayaan sejarah, seni, dan tradisi yang bisa diangkat menjadi konten game dengan identitas Garut,” tegas Beni.

Ia berharap talenta muda Garut mampu mengeksplorasi potensi budaya, sejarah, hingga kuliner khas daerah, lalu mengemasnya dalam bentuk game yang bisa dinikmati masyarakat global.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Provinsi Jawa Barat, Rispiaga, mengungkapkan bahwa Global Game Jam di Jawa Barat telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Kabupaten Garut menjadi daerah terbaru yang bergabung dalam ekosistem kolaborasi industri game tingkat nasional dan global.

“Setiap tahun kami menargetkan penambahan satu kabupaten/kota. Tahun ini Garut resmi bergabung. Kami mendorong agar game yang dihasilkan memiliki muatan kearifan lokal yang terhubung dengan Warisan Budaya Tak Benda,” jelas Rispiaga.

Ketua Pelaksana Global Game Jam Garut 2026, Dzulkifli Patra Setiawan, menjelaskan bahwa Global Game Jam merupakan ajang pembuatan game serentak di berbagai belahan dunia selama 48 jam non-stop. Di Garut, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 30 Januari hingga 1 Februari 2026.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang keahlian, mulai dari programmer, game artist, sound designer, hingga game designer.

“Kegiatan ini bukan sekadar bermain game, tetapi pembuktian bahwa talenta muda Garut memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya pengembangan permainan digital,” ujar Dzulkifli.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut, KNPI Kabupaten Garut, serta seluruh komunitas yang telah mendukung tumbuhnya ekosistem industri game di Garut.

Global Game Jam 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya game-game lokal bercita rasa global, sekaligus memperkuat posisi Garut dalam peta ekonomi kreatif nasional.