Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah Istighotsah, doa bersama sekaligus munggahan yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat di Ponpes Darul Ma’arif, Kecamatan Margaasih, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pengurus Pusat serta sejumlah Pengurus Wilayah dari berbagai provinsi seperti Aceh, NTT dan Bali, serta kader Ansor se-Jawa Barat.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peran strategis Ansor dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengingatkan sejarah panjang organisasi yang berdiri sejak 24 April 1934 itu tidak bisa dilepaskan dari perjuangan bangsa.
“Salah satu peran GP Ansor adalah menjaga keutuhan NKRI. Jangan sampai padam. Kemerdekaan negara ini tidak terlepas dari peran Ansor,” tegas Kang DS dalam sambutannya.
Menurutnya, Ansor tidak hanya mengawal ulama, tetapi juga harus bersinergi dengan umara, termasuk pemerintah daerah, dalam pelaksanaan program sosial kemasyarakatan.
Ia mengapresiasi kontribusi Ansor yang dinilai ikut menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bandung sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Bersama Ansor kita terus menjaga keamanan dan kenyamanan agar fokus meningkatkan pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Subhan Fahmi menyebut istighotsah dan munggahan bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar batiniah untuk keselamatan bangsa dan keberkahan organisasi.
“Munggahan ini momentum saling menguatkan. Melalui istighotsah, kami mengetuk pintu langit, menitipkan doa agar bangsa ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen Ansor Jawa Barat dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat peran kebangsaan di tengah dinamika sosial politik nasional.




