Politik dan Pemerintahan

Setahun Pimpin Sumedang, Dony Tegaskan Simpati

21
×

Setahun Pimpin Sumedang, Dony Tegaskan Simpati

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi
Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi satu tahun kepemimpinan di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS)

Setahun memimpin Kabupaten Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan kembali arah pembangunan melalui visi Sumedang Simpati. Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi satu tahun kepemimpinan di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (18/2/2026).

Rakor dipimpin langsung Dony didampingi Wakil Bupati Fajar Aldila dan Sekda Tuti Ruswati serta jajaran kepala SKPD. Forum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penajaman kebijakan strategis pembangunan daerah.

Dony menekankan, Sumedang Simpati bukan sekadar jargon politik, melainkan pijakan konkret pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik, penguatan ekonomi rakyat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari serapan anggaran atau banyaknya program. Yang utama adalah dampaknya harus dirasakan masyarakat,” tegas Dony.

Di sektor pelayanan publik, Pemkab Sumedang mengklaim terus memperkuat transformasi digital guna meningkatkan transparansi dan kemudahan akses layanan. Sementara di bidang SDM, fokus diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan dan layanan kesehatan.

Pemkab juga memastikan dukungan terhadap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Program MBG, kata Dony, tidak hanya menyasar peningkatan gizi dan penurunan stunting, tetapi juga melibatkan UMKM, petani, hingga peternak lokal agar roda ekonomi bergerak.

Pada sektor ekonomi, pemerintah daerah mendorong pertumbuhan UMKM, penguatan pertanian, serta pembukaan peluang investasi baru. Langkah ini disebut sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Dony juga menegaskan pentingnya kesiapan infrastruktur dan kualitas tenaga kerja untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi regional sebagai motor pertumbuhan baru.

“Sumedang harus siap bersaing. Investasi masuk, SDM siap, infrastruktur mendukung. Itu kunci daerah maju dan mandiri,” ujarnya.

Sejumlah capaian dan penghargaan yang diraih Pemkab Sumedang selama setahun terakhir disebut sebagai indikator bahwa arah pembangunan berada di jalur yang tepat.

Namun demikian, Dony mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap program benar-benar mengedepankan prinsip Kadeuleu (terlihat), Karampa (teraba), dan Karasa (terasa).

“Program harus terlihat, teraba, dan terasa. Artinya manfaatnya nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui rakor tersebut, Dony menegaskan keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri, melainkan melalui kolaborasi seluruh perangkat daerah dan dukungan penuh masyarakat.