SUKABUMI — Bupati Sukabumi Asep Japar memanfaatkan agenda Muhibah Ramadan sebagai ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dengan masyarakat sekaligus menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya di sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Muhibah Ramadan titik ketiga yang digelar di Masjid Jami Baiturrahmah, Kampung Cimahi, Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Jumat (27/2/2026).
Menurut Asep Japar, kegiatan muhibah bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan forum strategis untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, serta warga sekaligus menyerap aspirasi secara langsung dari bawah.
“Ini menjadi momentum penting untuk bersilaturahmi dengan ulama, umaro, dan masyarakat sekaligus mendengar langsung kebutuhan warga,” ujar Asep Japar di hadapan jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa pembangunan SDM menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan pemerintah daerah, kata dia, yakni melalui program beasiswa pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah berprestasi.
“Lebih dari 100 mahasiswa telah kami berikan beasiswa dan kuliahkan di Universitas Nusa Putra. Itu baru satu kampus, belum termasuk perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.
Program beasiswa tersebut, lanjut Asep, merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi muda Sukabumi yang memiliki daya saing, kompetensi, serta kesiapan menghadapi tantangan global di masa depan.
Ia menilai peningkatan akses pendidikan menjadi kunci utama dalam mempercepat kemajuan daerah sekaligus memutus rantai kemiskinan struktural di masyarakat.
“Kami ingin generasi penerus Kabupaten Sukabumi menjadi generasi luar biasa. Karena itu akses pendidikan harus dipermudah melalui program beasiswa,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Asep Japar juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat agar berbagai agenda pembangunan daerah dapat berjalan optimal. Ia mengakui kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Andreas yang baru memasuki tahun pertama masih membutuhkan waktu untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
“Saya dan Pak Andreas masih terus berbenah. Mohon dukungan masyarakat agar Sukabumi semakin maju, unggul, berbudaya, dan berkah,” katanya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sukabumi Boyke Martadinata menjelaskan bahwa Muhibah Ramadan tahun ini dijadwalkan berlangsung di 10 titik wilayah berbeda.
“Alhamdulillah kegiatan ini sudah memasuki titik ketiga dari total sepuluh lokasi yang direncanakan,” ujarnya.
Selain silaturahmi dan dialog masyarakat, rangkaian kegiatan Muhibah Ramadan juga diisi bazar murah, pembagian bantuan sembako, hingga pemberian hadiah umroh bagi masyarakat yang beruntung.
Agenda kemudian ditutup dengan tausyiah keagamaan sebagai penguatan nilai spiritual di bulan suci Ramadan.





