Daerah

Pagi Tadi Muhammadiyah Tasikmalaya Shalat Id, Serukan Persatuan

26
×

Pagi Tadi Muhammadiyah Tasikmalaya Shalat Id, Serukan Persatuan

Sebarkan artikel ini
Muhammadiyah Shalat Id
Suasana ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri di Alun-Alun Dadaha, Tasikmalaya.

TASIKMALAYA — Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah dengan penuh kekhusyukan, Jumat pagi (20/3/2026).

Ibadah Shalat Id warga Muhammadiyah dipusatkan di kawasan Alun-Alun Dadaha, menghadirkan suasana hangat dan sarat kebersamaan, meski berlangsung di tengah perbedaan waktu perayaan dengan sebagian umat Islam lainnya.

Bertindak sebagai imam Shalat Id, Abdullah Mufti Nurhabib memimpin jalannya shalat Id warga Muhammadiyah. Sementara khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Ayi Mubarok.

Dalam khutbah Shalat Id, Ayi menegaskan bahwa perbedaan dalam penetapan hari raya bukanlah hal yang perlu diperdebatkan setiap tahun. Ia menyebut perbedaan sebagai bagian dari kekayaan umat yang harus dirawat.

“Perbedaan itu adalah kekayaan, bukan untuk dipersoalkan terus-menerus. Kita berangkat dari kesamaan iman, bukan dari perbedaan cara,” ujarnya di hadapan jemaah.

Menurutnya, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan menjadi kunci menjaga persatuan umat. Semangat Idul Fitri, lanjutnya, tidak boleh tereduksi oleh persoalan teknis yang sejatinya sudah menjadi keniscayaan.

“Perbedaan jangan dijadikan sumber perpecahan, tetapi sebagai rahmat yang mempererat kebersamaan,” tegasnya.

Selain menyoroti pentingnya persatuan, Ayi juga mengajak jemaah Muhammadiyah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum refleksi diri setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Hari ini adalah hari kemenangan. Namun yang terpenting, apakah kita benar-benar keluar dari Ramadan sebagai pribadi yang lebih baik?” ucapnya.

Ia menekankan bahwa esensi kemenangan bukan terletak pada euforia seremonial, melainkan pada perubahan sikap dan peningkatan kualitas ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Salat Id berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Di tengah perbedaan waktu perayaan, pesan yang mengemuka justru menyejukkan: bahwa persatuan umat jauh lebih penting daripada perbedaan yang bersifat teknis.