BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung bergerak cepat di hari pertama kerja usai libur Idulfitri 1447 Hijriah. Didampingi Wakil Bupati Ali Syakieb dan Sekda Cakra Amiyana, ia menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Bapenda Kabupaten Bandung dan BKAD Kabupaten Bandung di Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (25/3/2026).
Dalam sidak tersebut, Kang DS—sapaan akrabnya—menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru menyentuh sekitar Rp1,2 triliun dari target Rp6,2 triliun. Sementara itu, dana transfer pusat tercatat sekitar Rp770 miliar.
“Kita optimistis pembangunan tetap bisa berjalan maksimal, apalagi ada dorongan dari sektor wisata selama libur Lebaran,” ujar Kang DS.
Pemkab Bandung menargetkan sekitar Rp300 miliar dari PAD untuk pembangunan infrastruktur, terutama akses menuju destinasi wisata, dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih.
Kang DS juga memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Namun ia menegaskan, optimalisasi pendapatan harus terus ditingkatkan.
“Saya minta Bapenda terus memaksimalkan potensi PAD demi keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.
Tak hanya soal pendapatan, perhatian juga diarahkan pada pengelolaan aset daerah. Saat sidak di BKAD, Kang DS menyoroti pentingnya pendataan aset yang akurat, terutama aset tanah dan bangunan yang tersebar di ribuan titik.
Ia bahkan mendorong pemanfaatan lahan terlantar untuk kegiatan produktif, seperti pertanian sayuran guna mendukung program MBG.
Sorotan tajam juga diarahkan pada status aset tanah milik Pemkab Bandung di kawasan Arcamanik yang kini berkembang menjadi perumahan, lapangan golf, dan pacuan kuda.
“Saya akan koordinasikan dengan Pemprov Jawa Barat terkait status lahan sekitar 67,5 hektare ini. Jika sudah ada tukar guling, harus jelas dokumen dan prosesnya,” tegasnya.
Data menunjukkan, luas lahan di kawasan tersebut yang semula sekitar 100 hektare kini tersisa sekitar 76,5 hektare.
Dengan berbagai potensi dan langkah penguatan fiskal, Kang DS optimistis pembangunan di Kabupaten Bandung tetap berjalan stabil, selama pengelolaan keuangan dan aset dilakukan secara transparan dan akuntabel.








