Politik dan Pemerintahan

Wabup Sukabumi Gandeng KPM, Konvergensi Stunting Desa Diperkuat

10
×

Wabup Sukabumi Gandeng KPM, Konvergensi Stunting Desa Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Wabup Sukabumi
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo,

SUKABUMI – Persoalan stunting di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Wakil Bupati H. Andreas menegaskan penanganan stunting tidak bisa lagi berjalan parsial, melainkan harus berbasis data desa dan dikerjakan secara kolaboratif lintas unsur.

Penegasan itu disampaikan saat Andreas menerima Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi, Rabu (14/4/2026).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas konvergensi stunting di tingkat desa, termasuk pemanfaatan hasil pendataan kader sebagai dasar intervensi kebijakan pemerintah.

Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi Timan Sutiman mengatakan, jaringan kader yang tersebar di seluruh desa menjadi kekuatan utama dalam memotret kondisi riil persoalan stunting di lapangan.

“Konvergensi stunting menjadi salah satu fokus kami di desa. Apalagi kader ini menyebar di seluruh desa yang ada di Kabupaten Sukabumi,” ujar Timan.

Menurut dia, data hasil pendataan kader tidak hanya mencatat angka kasus, tetapi juga memotret faktor penyebab di tingkat keluarga, mulai dari pola asuh, akses gizi, sanitasi, hingga layanan kesehatan ibu dan anak.

Karena itu, hasil pemetaan tersebut dinilai penting untuk menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan prioritas intervensi.

“Semoga kehadiran kami bisa membantu pemerintah dalam melakukan intervensi lewat rekomendasi hasil pendataan kami,” katanya.

Wakil Bupati Andreas menyambut positif langkah Forum KPM tersebut. Ia menilai penanganan stunting membutuhkan pola kerja pentahelix, yakni kolaborasi pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.

“Penanganan stunting perlu kolaborasi pentahelix. Bersyukur ada KPM yang turut serta membantu kami,” tegas Andreas.

Bagi Pemkab Sukabumi, rekomendasi berbasis data desa dari Forum KPM menjadi modal penting untuk menyusun arah kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama pada wilayah dengan risiko stunting tinggi.

“Ini sesuatu yang bagus, terutama menjadi bahan dalam membuat arah kebijakan,” tandasnya.

Fokus pada konvergensi desa dinilai krusial karena akar persoalan stunting sering kali bermula dari lingkungan keluarga dan kualitas layanan dasar di tingkat paling bawah.

Dengan dukungan kader yang menjangkau seluruh desa, Pemkab Sukabumi berharap intervensi terhadap gizi ibu hamil, balita, sanitasi, dan edukasi keluarga bisa berjalan lebih cepat dan terukur.