Politik dan Pemerintahan

MASDA Jabar Tancap Gas, DPRD Dukung Revitalisasi Kampung Adat

19
×

MASDA Jabar Tancap Gas, DPRD Dukung Revitalisasi Kampung Adat

Sebarkan artikel ini
MASDA Jabar
Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat Sambangi Ketua DPRD Jabar

BANDUNG — Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar) mulai menunjukkan langkah konkret pasca pembentukannya. Dipimpin tokoh budaya Sunda, Anton Charliyan, jajaran pengurus inti MASDA Jabar bersilaturahmi dengan Ketua DPRD Jawa Barat, Bucky Pribadi, Jumat (24/4/2026).

Pertemuan berlangsung di ruang rapat pribadi Ketua DPRD Jabar dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Anton—sapaan akrab Anton Charliyan—menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam pembentukan MASDA Jabar, termasuk peran Ketua DPRD Jabar yang dinilai turut “membidani” lahirnya lembaga tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Ketua DPRD Jabar. Kini MASDA Jabar telah terbentuk, kami mohon doa restu agar bisa menjalankan amanah ini,” ujar Abah Anton.

MASDA Jabar sendiri dibentuk berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat Nomor 430 tertanggal 6 Maret 2026. Selain Anton Charliyan sebagai Ketua Umum, struktur pengurus inti diisi sejumlah tokoh akademisi dan budayawan Jawa Barat.

Fokus utama MASDA Jabar, lanjut Abah Anton, adalah revitalisasi kampung adat sebagai fondasi identitas budaya Sunda.

“Kami akan fokus pada upaya ngabangun dan ngarawat kampung adat. Di situlah akar jati diri budaya Sunda yang masih hidup, baik secara fisik maupun nonfisik,” tegasnya.

Menurutnya, kampung adat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga menyimpan nilai strategis dalam menjawab tantangan modern, termasuk ketahanan pangan.

“Dengan kearifan lokal, hukum pamali, dan kedekatan dengan alam, kampung adat bisa menjadi contoh nyata implementasi ketahanan pangan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jabar, Bucky Pribadi, menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah MASDA Jabar.

Ia menilai keberadaan MASDA Jabar sangat strategis, terutama dalam mendukung arah pembangunan Jawa Barat yang berbasis budaya.

“Kami akan selalu mendukung setiap gerak langkah MASDA Jabar. Apalagi Gubernur Jawa Barat saat ini menitikberatkan pembangunan berbasis kultur,” ujar Bucky.

Ia juga menegaskan bahwa MASDA Jabar dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Keberadaan MASDA Jabar menjadi komplementer bagi Pemda Jabar. Perannya penting untuk mendampingi dan mengawal pembangunan daerah ke depan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bucky juga mendorong agar MASDA Jabar tidak berlama-lama dalam tahap perencanaan.

“Jangan menunggu lama. Segera bergerak dan bekerja. Aksi nyata yang dibutuhkan,” tandasnya.

Dalam pertemuan tersebut, MASDA Jabar juga menyerahkan cinderamata kepada Ketua DPRD Jabar berupa pusaka Keris Nagasasra serta produk khas kampung adat, seperti gula kawung, pindang lauk tawes, dan madu dari Kampung Naga, Tasikmalaya.

Simbol-simbol tersebut menjadi representasi kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi berbasis kearifan lokal yang ingin diangkat MASDA Jabar.

Silaturahmi ditutup dengan sesi foto bersama, menandai awal kolaborasi antara MASDA Jabar dan DPRD Jawa Barat dalam memperkuat identitas budaya di tengah arus globalisasi.