Internasional

Iran Serang UEA, Abu Dhabi : Kami Berhak Membalas

×

Iran Serang UEA, Abu Dhabi : Kami Berhak Membalas

Sebarkan artikel ini
Kilang Minya UEA diserang Iran
Kilang Minya UEA diserang Iran

ABU DHABI – Iran kembali mengguncang kawasan Teluk setelah meluncurkan serangan rudal dan drone ke wilayah Uni Emirat Arab untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel diberlakukan awal April lalu.

Kementerian Pertahanan UEA menyebut Iran menembakkan empat rudal jelajah ke arah negaranya pada Senin (5/5/2026). Tiga rudal berhasil dicegat pertahanan udara, sementara satu lainnya jatuh ke laut.

Serangan drone Iran juga memicu kebakaran besar di kawasan Fujairah Petroleum Industries Zone, salah satu pusat logistik energi paling vital di Teluk Persia. Sedikitnya tiga orang dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.

Pemerintah UEA menyebut serangan itu sebagai “eskalasi berbahaya” dan menegaskan pihaknya memiliki hak penuh untuk memberikan respons militer.

Pernyataan keras Abu Dhabi memicu spekulasi bahwa UEA tengah menyiapkan serangan balasan terhadap target-target Iran, terutama setelah serangan menghantam fasilitas energi strategis mereka.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan operasi “Project Freedom” guna membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang diblokade Iran.

Teheran menilai operasi pengawalan kapal oleh militer AS sebagai provokasi dan ancaman langsung terhadap kedaulatan Iran di kawasan Teluk.

Pakar politik Timur Tengah dari London School of Economics, Fawaz Gerges, menilai serangan Iran ke UEA menjadi sinyal serius bahwa gencatan senjata kini berada di ujung tanduk.

Menurutnya, konflik berpotensi melebar menjadi perang kawasan jika UEA benar-benar melakukan serangan balasan dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya.

Situasi di Selat Hormuz sendiri terus memanas setelah Washington mulai mengawal kapal-kapal dagang keluar dari jalur strategis tersebut. Iran bahkan mengancam akan menyerang kapal perang asing yang memasuki wilayah itu tanpa koordinasi dengan Teheran.

Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia. Konflik yang terus membesar di kawasan itu telah memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan kekhawatiran krisis energi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *