Peristiwa

KDS Kecam Penahanan Jurnalis Asal Cicalengka di Gaza

×

KDS Kecam Penahanan Jurnalis Asal Cicalengka di Gaza

Sebarkan artikel ini
Thoudy Badai
Thoudy Badai

BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengecam tindakan tentara Israel terhadap jurnalis asal Cicalengka, Kabupaten Bandung, Thoudy Badai yang dilaporkan hilang kontak saat mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza.

Menurut Dadang Supriatna atau KDS, Thoudy bukan berada di wilayah konflik sebagai pihak bersenjata, melainkan menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan internasional.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung menyampaikan rasa sangat prihatin sekaligus mengecam keras tindakan IDF atau Zionis Israel yang menangkap jurnalis asal Kabupaten Bandung, saudara Thoudy Badai,” ujar KDS, Kamis (21/5/2026).

Thoudy diketahui bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla bersama aktivis dan relawan internasional yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Sebelum hilang kontak, Thoudy sempat mengirimkan video SOS dari atas kapal yang kemudian menyebar luas di media sosial.

KDS mengatakan Pemkab Bandung telah meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung untuk mendatangi keluarga Thoudy di Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka.

“Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah, saya sudah memerintahkan Kesbangpol berkoordinasi langsung dengan keluarga saudara Thoudy,” katanya.

Ia menegaskan keselamatan jurnalis harus mendapat perlindungan sesuai hukum humaniter internasional, terlebih Thoudy tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.

“Thoudy Badai adalah warga asli Kabupaten Bandung yang sedang menjalankan tugas jurnalistik dan misi kemanusiaan. Karena itu kami berharap ada perlindungan serius terhadap keselamatannya,” ungkap KDS.

Selain mengajak masyarakat mendoakan keselamatan Thoudy, KDS juga meminta pemerintah pusat dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengambil langkah diplomasi maksimal untuk memastikan keselamatan seluruh WNI dalam misi tersebut.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat mengambil langkah diplomasi terbaik agar warga kami dapat segera dipulangkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *