TEHERAN – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali mendidih. Tiga ledakan dilaporkan mengguncang wilayah timur Kota Bandar Abbas, Iran, Kamis (28/5/2026), dini hari waktu setempat.
Media pemerintah Iran menyebut dentuman keras terdengar sekitar pukul 01.30 dini hari di kawasan pelabuhan strategis yang berada di utara Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Tak lama setelah ledakan terdengar, sistem pertahanan udara Iran langsung diaktifkan. Otoritas keamanan hingga kini masih menyelidiki sumber ledakan misterius tersebut.
Koresponden Al Jazeera di Teheran menyebut insiden itu merupakan kejadian kedua dalam waktu kurang dari sepekan di sekitar Bandar Abbas.
Situasi memanas setelah dalam beberapa hari terakhir terjadi ketegangan antara militer Amerika Serikat dan Garda Revolusi Iran (IRGC) di kawasan Teluk.
Angkatan Laut IRGC dan Kementerian Luar Negeri Iran bahkan telah mengeluarkan pernyataan keras yang menyebut adanya dugaan pelanggaran gencatan senjata.
“Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab,” ujar koresponden Al Jazeera dari Teheran.
Ledakan terjadi di tengah intensitas diplomasi yang sedang berlangsung antara Iran dan pihak internasional, termasuk pembicaraan di Doha terkait memorandum of understanding dan negosiasi keamanan kawasan.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengakui telah melancarkan serangan udara di pesisir selatan Iran pada awal pekan ini. Washington berdalih operasi tersebut dilakukan untuk kepentingan defensif.
Namun hingga kini belum ada kepastian apakah ledakan di Bandar Abbas berkaitan dengan operasi militer, sabotase, atau faktor internal lainnya.
Bandar Abbas sendiri dikenal sebagai titik strategis Iran di Selat Hormuz, jalur yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia. Sedikit saja gejolak di kawasan itu berpotensi memicu ketegangan global yang lebih luas.




