Daerah

Bupati Syakur Luncurkan “Garut Berhaji”, Cukup Setor Rp25 Juta

×

Bupati Syakur Luncurkan “Garut Berhaji”, Cukup Setor Rp25 Juta

Sebarkan artikel ini
Garut Berhaji
Pemerintah Kabupaten Garut memanfaatkan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah untuk meluncurkan program strategis "Garut Berhaji"

GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut memanfaatkan momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah untuk meluncurkan program strategis “Garut Berhaji” — sebuah skema kemudahan pendaftaran haji bagi masyarakat Garut bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), dalam acara yang digelar di Masjid Agung Garut, Senin (15/6/2026).

Melalui program ini, masyarakat cukup menyetorkan dana awal sebesar Rp25 juta melalui BSI dan data pendaftaran langsung divalidasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Garut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menjelaskan sistem kuota haji kini mengacu pada kuota provinsi berdasarkan nomor urut porsi. Tahun 2026, jemaah Garut yang masuk kuota baru berjumlah 169 orang karena Garut baru menyelesaikan antrean porsi tahun 2015, sementara daerah lain seperti Depok dan Bekasi masih mengurus antrean tahun 2013–2014.

“Ini kesempatan baik. Bupati menyediakan MoU dengan BSI agar masyarakat yang ada kesempatan bisa berangkat ke Baitullah,” ujarnya.

Area Manager BSI Area Bandung Kota, Trisna Natalianzah, menegaskan sinergi tiga pihak ini sebagai bukti nyata komitmen BSI mendampingi masyarakat Garut dalam literasi keuangan syariah dan perencanaan ibadah haji.

“Sinergi antara BSI dan Pemkab Garut hari ini sebagai bukti nyata kami bersama dalam memberikan edukasi, literasi, dan pendampingan perbankan syariah khususnya terkait bagaimana masyarakat Garut bisa melakukan perjalanan ibadah haji,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat memaknai hijrah secara luas — bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan transformasi menuju kondisi yang lebih baik.

“Berpindah itu tidak harus selalu dimaknai soal tempat. Pindah jabatan, pindah pekerjaan, yang penting adalah menjadi lebih baik karena semata-mata untuk mendapatkan Ridha Allah SWT,” ujarnya