SPIRITS.Id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mengecam keras penyerangan terhadap pesawat milik PT AMA yang mengakibatkan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goseli, meninggal dunia di wilayah Papua Pegunungan pada Kamis (2/7).
“Saya mengutuk keras pembakaran pesawat dan tindakan keji terhadap pilot pesawat AMA yang diduga kuat dilakukan KKB,” kata Djamari dalam siaran pers resmi Kemenko Polkam yang diterima di Jakarta, Jumat.
Djamari menegaskan, pelaku harus diproses secara tegas karena aksi tersebut tidak hanya merenggut nyawa seseorang, tetapi juga mengancam stabilitas keamanan di Papua. Ia memastikan pemerintah akan mendorong TNI dan Polri untuk terus memburu para pelaku serta mengambil langkah penegakan hukum yang diperlukan.
Selain itu, Djamari meminta aparat TNI dan Polri meningkatkan pengamanan di kawasan bandara guna menjamin keamanan operasional penerbangan, khususnya penerbangan perintis di wilayah Papua.
Di sisi lain, Komando Operasi (Koops) TNI Habema saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis yang diduga bertanggung jawab atas tewasnya Nicholas F. Goseli di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, operasi pengejaran dilakukan setelah proses evakuasi jenazah pilot dari lokasi penembakan berhasil diselesaikan oleh personel Koops TNI Habema.
“Hari ini operasi evakuasi melibatkan 10 personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua helikopter Caracal. Seluruh proses dilaksanakan dengan mengedepankan faktor keamanan dan ketelitian mengingat medan operasi berada di wilayah pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letnan Kolonel Inf Wirya Arthadiguna.
Usai dievakuasi, jenazah Nicholas dibawa ke Timika, Papua Tengah, sebelum diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait penyelidikan kasus tersebut, Koops TNI Habema mengaku telah mengidentifikasi kelompok yang diduga menjadi pelaku penyerangan.
“Pembunuhan terhadap pilot serta pembakaran pesawat PT AMA dilakukan oleh kelompok OPM XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak,” ujarnya.
Saat ini, aparat masih mengumpulkan berbagai petunjuk guna melacak keberadaan kelompok tersebut. Di saat bersamaan, pengamanan di sekitar lokasi penyerangan juga diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya serangan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat.
“Patroli juga dilakukan dan pengejaran terhadap para pelaku. Kami akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait agar keamanan masyarakat dan pelayanan penerbangan perintis di Papua tetap terjaga,” jelas Wirya.
Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 06.50 WIT. Insiden bermula ketika pesawat yang lepas landas dari Bandara Wamena mendarat di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 06.46 WIT. Sesaat setelah mendarat, pesawat diserang hingga terbakar, sementara pilot dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak di lokasi kejadian.




