GARUT – Bupati Garut dan Sepak Bola Wanita Garut jadi sorotan usai final Hydroplus U-18. Bupati Garut hadir langsung di Nobar Pendopo beri semangat tim.
Sepak Bola Wanita Garut harus akui keunggulan Akademi Persib Bandung 0-5. Sepak Bola Wanita Garut tetap cetak sejarah lolos final nasional.
Komitmen Pemkab: pembinaan berlanjut, fasilitas ditambah. Sepak Bola Wanita Garut ditarget bersaing di level nasional.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menghadiri kegiatan Nonton Bareng Nobar pertandingan babak final Hydroplus U-18 antara Tim Putri Garut melawan Akademi Persib Bandung. Acara berlangsung khidmat dan penuh antusiasme di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu 12/7/2026.
Meskipun dalam laga pamungkas yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Tim Hydroplus U-18 Putri Garut harus mengakui keunggulan Akademi Persib Bandung dengan skor 0-5, apresiasi luar biasa tetap mengalir dari Bupati Garut.
“Syukur alhamdulillah katanya baru kali ini Garut jadi peserta final Hydroplus. Itu adalah pertandingan yang diselenggarakan di tingkat nasional,” ucap Abdusy Syakur Amin.
Ia menambahkan hasil ini merupakan bagian dari proses dan perjuangan panjang. Menjadi runner-up di tingkat nasional sudah merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan menjadi fondasi kuat untuk masa depan Sepak Bola Wanita Garut.
“Kita juga punya komitmen. Jadi kita minta Pak Subhan, Ketua KONI Garut, didorong lagi. Olahraga sepak bola. Kalau laki-lakinya maju, perempuan juga harus maju,” ujar Bupati Garut saat memberikan sambutan di hadapan ratusan pendukung.
Bupati menilai, lolos ke final turnamen usia muda paling bergengsi di Indonesia adalah bukti peningkatan kualitas pembinaan di Kabupaten Garut. Ia mendorong orang tua dan sekolah agar tidak ragu mendukung anak perempuan menekuni sepak bola.
KONI Kabupaten Garut melalui Ketua Subhan menyatakan siap menindaklanjuti arahan Bupati Garut. Pembinaan Sepak Bola Wanita Garut akan disinergikan dengan SSB, klub, dan komunitas untuk menciptakan ekosistem berkelanjutan mulai dari usia dini.
Pemerintah daerah juga berencana menambah sarana latihan dan menggelar kompetisi berjenjang agar bibit-bibit muda terus muncul. Dukungan anggaran dan fasilitas menjadi perhatian agar atlet tidak terhenti di tengah jalan.
Di akhir penyampaiannya, Abdusy Syakur Amin berharap momentum ini menjadi titik balik kebangkitan olahraga di daerah. Khususnya dalam memajukan dan mengembangkan bakat-bakat muda Sepak Bola Wanita Garut agar mampu berbicara lebih banyak di kancah nasional maupun internasional.
“Jangan hanya laki-laki yang main bola. Perempuan Garut juga punya kualitas dan mental juara. Kita buktikan bisa bersaing,” tegasnya.
Kehadiran tim putri di final Hydroplus U-18 diharapkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak atlet berprestasi. Dengan sinergi pemerintah, KONI, pelatih, dan masyarakat, Garut optimis dapat mengharumkan nama daerah melalui olahraga.




