Peristiwa

Garut Jadi Role Model Nasional, Sukses Kembangkan Kentang Lewat Program UPLAND

×

Garut Jadi Role Model Nasional, Sukses Kembangkan Kentang Lewat Program UPLAND

Sebarkan artikel ini
Pendopo Garut
Kunjungan Project Completion Review (PCR) Mission Proyek UPLAND Tahun Anggaran 2026 yang diterima langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota

GARUT – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) melakukan evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan Program UPLAND di Kabupaten Garut, Jumat (17/7/2026). Kunjungan Project Completion Review (PCR) Mission ini dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Ruang Pamengkang.

Evaluasi ini bertujuan menilai tingkat keberhasilan serta merumuskan strategi keberlanjutan (sustainability) program pertanian terpadu di dataran tinggi yang telah berjalan sejak 2019 tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Garut sebagai lokasi evaluasi. Ia menekankan bahwa komoditas kentang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Komoditi kentang ini sangat strategis. Alhamdulillah, Kabupaten Garut berkontribusi hampir 80 persen dari total kuota produksi kentang di Jawa Barat,” ujar Bupati.

Capaian ini membuktikan bahwa implementasi Program UPLAND di Garut telah memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani lokal melalui dukungan infrastruktur dan akses pasar.

Country Director IFAD Indonesia, Hani Elsadani, menyatakan bahwa Garut menunjukkan perkembangan sangat baik sejak 2022 dan menjadi satu dari sedikit daerah yang menerima perpanjangan hibah fase kedua. “Infrastruktur yang dibangun menjadi sub-modal sukses yang bisa diambil alih pemerintah untuk di-scaling up agar lebih berkelanjutan,” kata Hani.

Manager Project Management Unit (PMU) UPLAND, Muhammad Ikhwan, menambahkan bahwa Garut dipilih karena mampu mewakili sisi keberhasilan manfaat pencapaian tujuan Program UPLAND secara lengkap, sebuah paket komprehensif yang tidak diterima seluruh kabupaten pelaksana lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menjelaskan bahwa program ini telah mengubah pola usaha tani dari individual menjadi berbasis kelembagaan koperasi. Transformasi sosial ekonomi ini disertai dengan peningkatan pemanfaatan teknologi pertanian modern. “Adanya projek UPLAND membuat petani otomatis tergabung dalam koperasi, sehingga aktivitas pertanian kentang menjadi lebih terorganisir dan produktif,” ungkapnya.

Keberhasilan ini menegaskan posisi Garut sebagai pionir dalam model pembangunan pertanian dataran tinggi yang inklusif dan berorientasi ekspor melalui Program UPLAND.