TASIKMALAYA – Fenomena alam yang langka kembali terjadi di Kota Tasikmalaya. Akibat musim kemarau yang berkepanjangan, debit air Situ Gede mengalami penyusutan drastis. Kondisi ini mengubah wajah waduk ikonik tersebut secara total.
Area yang biasanya tergenang air kini telah menjelma menjadi hamparan padang rumput hijau yang luas dan memukau. Perubahan lanskap ini tentu saja mengejutkan banyak pihak yang selama ini hanya mengenal Situ Gede sebagai destinasi wisata air yang asri.
Transformasi visual ini ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat, justru sebaliknya. Keunikan pemandangan Situ Gede yang kini dipenuhi rerumputan hijau berpadu dengan rindangnya pepohonan di sekelilingnya menjadi magnet baru bagi warga lokal maupun wisatawan.
Banyak pengunjung yang sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan langsung perubahan alam tersebut. Mereka memanfaatkan momen langka ini untuk bersantai, melepas penat dari rutinitas sehari-hari, serta menikmati udara segar di tengah hamparan hijau yang jarang terlihat di wilayah perkotaan.
Suasana di lokasi pun tampak sangat hidup dan penuh keceriaan. Sejumlah pengunjung terlihat sibuk mengabadikan momen bersama keluarga dan kerabat di atas hamparan rumput. Anak-anak tampak leluasa berlarian dan bermain tanpa rasa khawatir, menikmati lahan yang sebelumnya adalah dasar danau. Selain untuk keperluan fotografi dan rekreasi ringan, sebagian warga juga memanfaatkan lahan kering Situ Gede untuk aktivitas lain seperti bermain layang-layang, mencari rumput pakan ternak, hingga menggembalakan kambing di area yang terbuka lebar tersebut.
Rika Kartika, salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi, mengaku tertarik datang setelah melihat viralnya foto-foto Situ Gede di media sosial. “Penasaran karena banyak yang membagikan fotonya. Akhirnya saya datang bersama anak dan saudara untuk melihat langsung,” ujarnya.
Senada dengan Rika, pengunjung bernama Dimas juga merasa senang dengan suasana berbeda ini. Sementara itu, pedagang setempat, Rinrin, menjelaskan bahwa penyusutan air sudah terjadi sejak sebulan lalu akibat minimnya hujan. Ia menambahkan, fenomena ini pernah terjadi tiga tahun lalu saat kemarau panjang, meski dampaknya membuat transaksi dagang sedikit sepi dibandingkan hari normal.







