BARCELONA – Legenda sepak bola dunia, Pep Guardiola, memilih untuk mengambil jeda sejenak dari kursi kepelatihan klub elit Eropa. Setelah mengakhiri dekade emasnya selama 10 tahun di Manchester City dengan raihan trofi FA Cup dan Carabao Cup, mantan pelatih Barcelona ini kembali ke kampung halamannya di Spanyol.
Keputusan ini diambil untuk memulihkan energi fisik dan mental, serta menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga di rumah mewahnya di Barcelona, jauh dari sorotan media yang intens selama musim kompetisi berlangsung.
Meski sedang dalam masa sabbatical, Pep Guardiola tidak sepenuhnya memutus tali silaturahmi dengan proyek sepak bola City. Ia secara resmi dikonfirmasi mengemban peran strategis sebagai duta dan penasihat teknis untuk City Football Group (CFG). Dalam kapasitas barunya, ia akan membantu perusahaan induk tersebut menangani proyek-proyek khusus serta memfasilitasi kolaborasi taktis global antar-11 klub yang berada di bawah naungan CFG.
Langkah ini menunjukkan bahwa visi sepak bolanya tetap menjadi kompas utama bagi perkembangan seluruh jaringan klub City di seluruh dunia.
Di tengah kesibukannya di CFG, rumor mengenai kepindahan Pep Guardiola ke tim nasional terus bergulir. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), melalui direktur teknis Paolo Maldini, dikabarkan telah melakukan pertemuan langsung di Barcelona. Mereka berusaha keras membujuk sang maestro untuk melatih Gli Azzurri, bahkan siap memberikan pengecualian finansial untuk membayar gaji fantastisnya.
Namun, sumber terdekat menyebutkan bahwa Pep Guardiola kemungkinan besar akan menolak tawaran menggiurkan tersebut karena masih ingin menikmati masa istirahatnya tanpa tekanan turnamen internasional yang padat.
Sementara itu, spekulasi mengenai posisinya sebagai pelatih Timnas Inggris juga mulai mereda. Posisi tersebut saat ini dianggap aman di bawah kendali Thomas Tuchel, sehingga peluang Pep Guardiola untuk menangani The Three Lions semakin tipis.
Fokus utama sang pelatih saat ini adalah berkontribusi pada pengembangan filosofi sepak bola modern melalui perannya di CFG, sambil menunggu momen yang tepat untuk kembali ke bangku cadangan di masa depan, entah itu di level klub atau negara, dengan kondisi yang lebih segar dan siap menghadapi tantangan baru.





