TASIKMALAYA – Upaya penguatan karakter pelajar di Jawa Barat mendapat dukungan konkret melalui Program Brimob Menyapa Madrasah yang digelar di MAN 1 Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2026). Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan kolaborasi dengan Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Jawa Barat ini. Fokus utama acara adalah menanamkan nilai kedisiplinan, cinta tanah air, serta membentuk mental tangguh bagi generasi digital.
Kehadiran aparat keamanan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pencegahan bullying di madrasah tasikmalaya, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan fisik maupun verbal antar siswa.
Dalam amanatnya, Kompol Ajang menegaskan peran strategis madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Ia mengingatkan siswa untuk menjauhi kenakalan remaja dan membiasakan hidup disiplin. “Media sosial dapat menjadi sarana belajar jika digunakan positif, namun berbahaya jika disalahgunakan,” tegasnya.
Pesan ini relevan dengan tantangan era digital di mana jejak online dapat memengaruhi masa depan. Melalui pendekatan persuasif, program ini bertujuan memperkuat pencegahan bullying di madrasah tasikmalaya dengan mengedukasi siswa tentang dampak negatif perundungan, baik secara langsung maupun melalui platform digital, sehingga mereka lebih bijak dalam berinteraksi sosial.
Usai upacara, dialog interaktif berlangsung hangat antara Kompol Ajang dan para siswa. Ia mendengarkan aspirasi pelajar sekaligus memberikan motivasi untuk menjaga integritas dan berani meraih cita-cita. Ketua PW PGM Indonesia Jawa Barat, Asep Rizal Asy’ari, menjelaskan bahwa sinergi dengan Polri ini dirancang untuk memperluas wawasan kebangsaan. “Harapannya, siswa semakin disiplin, memiliki jiwa nasionalisme, dan menolak perundungan,” ujar Asep.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa pencegahan bullying di madrasah tasikmalaya memerlukan keterlibatan multipihak, termasuk institusi pendidikan, organisasi guru, dan aparat keamanan, untuk membangun ekosistem sekolah yang sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang psikologis peserta didik.
Kepala MAN 1 Kota Tasikmalaya, Hasan Sanusi, mengapresiasi kehadiran Satbrimob sebagai pengalaman berharga bagi siswa. Kegiatan ini tidak berhenti di satu lokasi, melainkan akan dilanjutkan ke sejumlah madrasah di Priangan Timur. Dengan roadshow berkelanjutan, diharapkan budaya positif dapat tersebar luas.
Implementasi pencegahan bullying di madrasah tasikmalaya melalui pendekatan humanis dan edukatif dari Brimob menjadi model efektif dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter kuat, toleran, dan siap menghadapi dinamika global tanpa kehilangan identitas nasionalisme yang luhur.




