TEHERAN – Saling serang AS dan Iran berhenti dalam beberapa hari belakangan. Menyusul perubahan situasi, Oman menyampaikan proposal kepada Iran untuk membentuk mekanisme bersama mengelola Selat Hormuz.
Laporan jurnalis Al Jazeera di Teheran, Resul Serdar mengungkapkan, Muscat menawarkan konsorsium regional yang melibatkan negara-negara pesisir Teluk, lengkap dengan biaya sukarela bagi kapal yang melintas.
Menurut Serdar, delegasi Oman berada di ibu kota Iran pada Jumat dan Sabtu lalu. Mereka menggelar beberapa putaran pembicaraan dengan tim politik dan teknis Iran. Proposal inti Oman adalah membentuk konsorsium regional yang mencakup Iran serta seluruh negara pesisir Teluk. Konsorsium ini bertugas mengatur lalu lintas kapal di Selat Hormuz sekaligus menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran.
Oman menekankan model bebas tol, namun membuka ruang pembayaran sukarela berupa biaya jasa, mirip praktik di Selat Malaka untuk perlindungan lingkungan. Mereka juga mengusulkan tiga jalur lalu lintas: jalur di perairan teritorial Iran, jalur internasional, dan jalur kemanusiaan. Jika disepakati, Iran akan bertanggung jawab membersihkan ranjau di jalur internasional. Hingga kini, detail teknis masih dibahas, meski sumber menyebutkan Iran mulai menunjukkan fleksibilitas.
Sebelum konflik terakhir, Iran menolak usulan Oman yang memisahkan kontrol rute. Kini sikap itu berubah. Iran tetap menginginkan mekanisme eksklusif antara Teheran dan Muscat sebagai negara littoral utama. Konsorsium boleh melibatkan negara Teluk lain, namun keanggotaan tidak setara. Iran juga menolak istilah “tol” dan lebih memilih “biaya jasa”, serta ingin memegang kendali penentuan tarif.
Faktor domestik menjadi tantangan besar. Sejak awal konflik, narasi resmi menekankan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya di bawah kendali Iran. Faksi hardliner di dalam negeri masih bersikeras bahwa kedaulatan atas selat tersebut tidak boleh diganggu. Oleh karena itu, setiap kesepakatan harus dapat “dijual” kepada publik dalam negeri.
Serdar menegaskan, pembicaraan masih berlangsung di tingkat teknis. Belum ada keputusan final. Namun, adanya indikasi fleksibilitas dari Iran menandai pergeseran sikap yang signifikan dibanding posisi sebelumnya.




