Daerah

Jalan Burujul-Sanca Hidup Lagi! Dony Targetkan Rampung 2026, Ekonomi Warga Bangkit

×

Jalan Burujul-Sanca Hidup Lagi! Dony Targetkan Rampung 2026, Ekonomi Warga Bangkit

Sebarkan artikel ini
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir meninjau langsung progres pengerjaan ulang Jalan Burujul-Sanca didampingi pejabat DJBM Kementerian PUPR dan unsur Muspika, Selasa (11/8/2026).
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (tengah) berbincang dengan perwakilan DJBM Kementerian PUPR saat meninjau lokasi pengerjaan Jalan Burujul-Sanca yang kembali aktif. Dalam peninjauan tersebut, Dony menegaskan target penyelesaian proyek pada tahun 2026 serta pentingnya sistem drainase yang memadai untuk menjamin kualitas dan ketahanan infrastruktur penghubung Sumedang-Indramayu tersebut.

SUMEDANG – Kabar gembira akhirnya tiba bagi warga Buahdua dan Lemahsugih setelah Jalan Burujul-Sanca resmi kembali dikerjakan. Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan proyek strategis ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2026 usai meninjau lokasi bersama Direktorat Jenderal Bina Marga (DJBM) Kementerian PUPR, Selasa (11/8/2026).

Peninjauan yang melibatkan unsur Muspika, Polsek, dan Koramil ini menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan infrastruktur vital mangkrak. “Alhamdulillah, hari ini Jalan Burujul-Sanca mulai dipersiapkan untuk dilanjutkan kembali. Mudah-mudahan cepat selesai, berkualitas, dan tahan lama,” ujar Dony di hadapan masyarakat yang antusias.

Dony menekankan bahwa kelanjutan pembangunan jalan ini adalah hasil dari koordinasi intensif antara pemda dan pusat dalam merespons aspirasi warga. Ruas ini memiliki posisi krusial sebagai penghubung konektivitas Sumedang menuju Indramayu serta jaringan jalan provinsi. Keberadaan infrastruktur yang mantap diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian dan industri. “Insya Allah kalau Jalan Burujul-Sanca mantap, ekonomi akan semakin lancar. Masyarakat lebih mudah bekerja, belajar, beribadah, maupun mendapatkan pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga keamanan lokasi kerja agar target penyelesaian tahun ini tercapai tanpa hambatan berarti.

Representatif DJBM Indra menjelaskan bahwa keterlambatan sebelumnya kini telah terselesaikan secara administratif dan teknis, sehingga pembangunan jalan bisa segera dieksekusi. Metodologi pengerjaan akan dimulai dengan perbaikan sistem drainase di sisi kiri dan kanan ruas untuk mencegah genangan air yang merusak struktur. “Air menjadi faktor penting. Kita harus memastikan aliran air terbuang baik sebelum melanjutkan ke lapisan agregat dan pengaspalan hotmix,” tegasnya.

Pendekatan teknis ini dipilih untuk menjamin durabilitas Jalan Burujul-Sanca agar tidak mudah rusak saat musim hujan tiba, memberikan nilai tambah investasi infrastruktur bagi daerah.

Dengan dimulainya kembali aktivitas konstruksi, harapan warga akan mobilitas aman dan nyaman kini berada di depan mata. Sinergi antara Pemkab Sumedang dan Kementerian PUPR membuktikan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kehadiran negara dalam melayani rakyat. Jika target 2026 terpenuhi, maka isolasi wilayah pedalaman akan彻底 teratasi, membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk unggulan lokal. Masyarakat pun diajak bersabar dan mendukung proses pekerjaan demi manfaat jangka panjang.

Jalan Burujul-Sanca yang mulus kelak akan menjadi arteri kehidupan baru yang menghidupkan denyut nadi perekonomian di kawasan perbatasan Sumedang-Indramayu.