BANDUNG — Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi kolaborasi Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan PT Hierrotama Indojaya dalam mengembangkan inovasi pengolahan sampah melalui MOTAH (Mesin Olah Runtah).
Apresiasi tersebut disampaikan Dadang saat melakukan kunjungan lapangan sekaligus monitoring Incinerator MOTAH di PT Hierrotama Indojaya, Kecamatan Kutawaringin, Rabu (12/8/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung dan PT Hierrotama Indojaya yang telah bersinergi melakukan upaya mendorong inovasi pengolahan sampah ini,” ujar Dadang.
Bupati yang akrab disapa KDS itu mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Bandung. Berdasarkan data yang disampaikannya, timbulan sampah mencapai sekitar 1.820 ton per hari, sedangkan sampah yang baru tertangani sekitar 673 ton per hari atau 37 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan kapasitas pengelolaan yang perlu segera diatasi melalui berbagai pendekatan.
Karena itu, KDS menilai diperlukan terobosan dan teknologi pengolahan sampah yang efektif, aman, serta memiliki potensi untuk dikembangkan. Kehadiran MOTAH dinilai dapat menjadi salah satu alternatif yang perlu dikaji untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sampah.
“Namun saya tekankan, teknologi bukanlah satu-satunya jawaban. Pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, pengolahan, serta perubahan perilaku masyarakat tetap menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh,” katanya.
Efektivitas MOTAH Masih Perlu Dikaji
KDS berharap hasil monitoring dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas, kapasitas, dan potensi pengembangan teknologi MOTAH.
Menurutnya, apabila teknologi tersebut terbukti efektif serta memenuhi aspek teknis dan lingkungan, MOTAH dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pilihan untuk memperkuat sistem penanganan sampah di Kabupaten Bandung.
Artinya, teknologi tersebut tidak serta-merta menjadi solusi tunggal, melainkan perlu ditempatkan sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.
KDS juga mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi dalam menangani persoalan sampah.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendorong inovasi, sementara TNI, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi mitra strategis dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai upaya dan inovasi dalam penanganan sampah, sementara Kodim 0624/Kabupaten Bandung, dunia usaha, dan masyarakat dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan lingkungan Kabupaten Bandung yang lebih bersih dan sehat,” tuturnya.
KDS menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0624/Kabupaten Bandung, PT Hierrotama Indojaya, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan inovasi MOTAH.
“Mudah-mudahan ikhtiar ini menjadi bagian dari solusi nyata dalam mengurangi persoalan sampah dan mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.




