MILAN — Inter Milan menunjukkan kesiapan serius menghadapi musim 2026/2027 lewat performa impresif sepanjang pramusim di bawah arahan pelatih Cristian Chivu. Juara bertahan Serie A itu tidak terkalahkan dalam waktu normal saat menghadapi sejumlah klub elite Eropa, sekaligus mematangkan evolusi skuad melalui rekrutan-rekrutan strategis.
Rangkaian uji coba dibuka dengan kemenangan 2-1 atas Karlsruher SC sebagai ajang mengembalikan kebugaran fisik para pemain. Inter kemudian menghadapi Manchester City dan bermain imbang 1-1 sebelum memenangkan adu penalti 3-1, memperlihatkan mentalitas kuat menghadapi lawan berlevel tinggi.
Dalam Derby della Madonnina edisi pramusim, Inter kembali bermain imbang 1-1 melawan AC Milan. Chivu memanfaatkan laga tersebut untuk menguji organisasi permainan dan fleksibilitas taktik menghadapi rival sekota.
Performa positif berlanjut saat Nerazzurri menaklukkan Juventus 2-1, kemenangan yang mempertegas kualitas mereka menghadapi pesaing utama di kompetisi domestik. Pramusim kemudian ditutup dengan kemenangan tipis 1-0 atas Real Betis melalui gol tunggal bek anyar John Stones.
Cristian Chivu mempertahankan fondasi permainan Inter yang dikenal solid, namun menambahkan variasi baru terutama dalam transisi bertahan dan pemanfaatan sektor sayap. Kombinasi pengalaman Hakan Çalhanoğlu, Nicolò Barella, dan Lautaro Martínez dipadukan dengan menit bermain bagi pemain muda seperti Francesco Pio Esposito serta Ange-Yoan Bonny untuk memperkuat kedalaman skuad.
Di bursa transfer, Inter memilih melakukan penyegaran daripada revolusi besar. John Stones bergabung secara gratis dari Manchester City dan langsung memberi dampak positif, sementara Manuel Akanji dipermanenkan untuk memperkuat lini belakang. Sektor sayap semakin dinamis setelah kedatangan Djed Spence, sedangkan Aleksandar Stanković kembali memperkaya kreativitas lini tengah.
Untuk posisi penjaga gawang, Inter merekrut Ivan Provedel dari Lazio sebagai pesaing sekaligus pelapis Josep Martínez setelah kepergian sejumlah pemain senior, termasuk Yann Sommer, Stefan de Vrij, Francesco Acerbi, dan Denzel Dumfries.
Dengan skuad yang lebih muda namun tetap berpengalaman, Inter Milan optimistis mampu mempertahankan gelar Scudetto sekaligus bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa musim ini.




