TURIN – Di bawah komando Luciano Spalletti, Juventus menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang menjanjikan selama tur pra-musim 2026/2027. Bianconeri mencatatkan rekor solid dengan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan dari tujuh laga uji coba. Lini pertahanan tampil disiplin dengan hanya kebobolan dua gol, mencerminkan ketajaman taktis pelatih asal Italia tersebut dalam fase rekonstruksi skuad. Satu-satunya noda terjadi saat kalah tipis 1-2 dari rival sekota Inter Milan, sebuah hasil yang justru memicu evaluasi internal cepat terkait posisi kiper.
Evaluasi pasca-kalah dari Inter langsung berdampak pada bursa transfer. Manajemen bergerak cepat mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur dengan status pinjaman untuk menggeser Michele Di Gregorio yang dinilai kurang konsisten di momen krusial. Selain itu, direktur baru Giovanni Carnevali menyelesaikan perekrutan Randal Kolo Muani seharga €41,2 juta dari PSG sebagai ujung tombak utama. Kerim Alajbegović (€32-35 juta), Jhon Lucumí (€20,1 juta), Jeff Ekhator (€16,4 juta), serta Zeki Çelik (gratis) melengkapi daftar pemain masuk untuk memperkuat kedalaman skuad di semua lini menjelang kompetisi resmi dimulai.
Di sisi lain, Juventus melakukan pembersihan skuad secara masif untuk menyesuaikan visi Spalletti. Dušan Vlahović dan Filip Kostić dilepas dengan status bebas transfer, sementara Timothy Weah dijual permanen ke Marseille senilai €14,4 juta. Loïs Openda dipinjamkan ke Lyon dan Vasilije Adžić dikirim ke Sassuolo untuk mendapatkan jam terbang. Langkah-langkah ini menegaskan komitmen klub untuk membangun tim yang lebih kompak dan berorientasi pada sistem permainan modern, meninggalkan era ketidakstabilan sebelumnya demi kembali bersaing di puncak domestik maupun Eropa.
Dengan sisa waktu transfer yang terbatas, fokus Spalletti kini beralih pada pematangan formasi, kemungkinan besar menggunakan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang mengandalkan mobilitas tinggi Kolo Muani dan kreativitas Alajbegović. Stabilitas di sektor penjaga gawang melalui kedatangan Vicario diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi lini belakang yang dipimpin Lucumí. Jika integrasi pemain baru berjalan mulus, Juventus memiliki modal kuat untuk menantang dominasi Inter Milan dan AC Milan di Serie A musim depan, sekaligus memperbaiki performa mengecewakan di kompetisi Eropa pada edisi sebelumnya.




