LONDON – Bursa Transfer Premier League 2026 resmi ditutup dengan catatan sejarah baru yang memukau. Total pengeluaran seluruh klub di kasta tertinggi Inggris menembus angka fantastis USD 2,92 miliar atau setara Rp51,9 triliun. Periode 15 Juni hingga 1 September 2026 ini diwarnai persaingan sengit antar “Big Six” yang saling sikut demi merombak skuad guna menghadapi tantangan taktik modern yang semakin dinamis dan efisien.
Puncak kegilaan pasar terjadi pada perebutan talenta muda dan gelandang elite. Rekor Transfer Chelsea dan Man City menjadi sorotan utama setelah The Blues memecahkan rekor internal dengan merekrut Morgan Rogers dari Aston Villa seharga £117 juta (Rp2,82 triliun) untuk proyek Xabi Alonso. Tak mau kalah, Manchester City merespons dengan mengikat Elliot Anderson dari Nottingham Forest senilai £116 juta (Rp2,80 triliun). Sementara itu, Arsenal memperkuat lini tengah mereka dengan mendatangkan Bruno Guimaraes dari Newcastle United seharga £75 juta sebagai kunci pertahanan gelar juara bertahan.
Tren menarik lainnya dalam Bursa Transfer Premier League 2026 adalah kebangkitan striker tradisional fisik yang kembali diburu untuk memecah pressing lawan. Namun, berita paling mengejutkan datang dari Anfield. Liverpool mengalami perampingan drastis dengan kehilangan pilar senior seperti Mohamed Salah ke Trabzonspor serta Ibrahima Konate ke Real Madrid dengan status bebas transfer. Eksodus besar-besaran ini memaksa The Reds berburu pengganti seperti Jeremy Jacquet dan Victor Munoz untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan legenda mereka.
Di sisi lain, Chelsea tampil sebagai klub paling agresif dengan mendatangkan Maxence Lacroix, Emmanuel Emegha, hingga Jordan Henderson, sambil melepas Marc Cucurella dan Alejandro Garnacho. Manchester United fokus membenahi lini tengah bersama Michael Carrick dengan merekrut Youri Tielemans, sementara Tottenham mendatangkan Sandro Tonali untuk menggantikan Cristian Romero. Dengan Rekor Transfer Chelsea dan Man City yang mendominasi headline, musim 2026/2027 diprediksi akan menjadi ajang adu taktik dan kedalaman skuad yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah Liga Inggris.




