Daerah

Sensasi Makan Durian Jatuh Langsung dari Pohon di Tegalwaru

×

Sensasi Makan Durian Jatuh Langsung dari Pohon di Tegalwaru

Sebarkan artikel ini
Wisatawan menikmati durian matang di pohon dalam paket wisata kebun durian Tegalwaru, Karawang.
Wisatawan menikmati durian matang di pohon dalam paket wisata kebun durian Tegalwaru, Karawang.

KARAWANG — Bagi pencinta durian, menikmati buah yang matang alami di pohon tentu memiliki sensasi tersendiri. Pengalaman itu kini bisa dirasakan langsung di kebun durian Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ratusan pohon durian di kawasan Tegalwaru saat ini mulai memasuki masa panen. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kebun durian di Kabupaten Cianjur dan Bogor yang secara geografis berbatasan dengan wilayah Tegalwaru di kawasan pegunungan Sanggabuana.

Momentum panen tersebut dimanfaatkan komunitas petani durian Tegalwaru untuk menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Mereka menggagas paket wisata makan durian jatuh langsung di kebun, sepuasnya.

Konsep tersebut menyasar penikmat durian yang ingin merasakan buah dalam kondisi matang alami, bukan durian yang dipetik sebelum matang kemudian diperam atau dipajang di lapak penjualan.

“Para penikmat durian sangat bersepakat, jika durian yang enak itu, yaitu durian yang matang di pohon. Bukan durian yang diambil mentah dari pohonnya, kemudian dipajang di lapak durian,” kata Hilal Kacel Tamini dari komunitas petani durian Tegalwaru.

Hilal mengatakan, wisatawan dapat memilih dua jenis paket yang ditawarkan, yakni paket menginap atau camping di kebun durian serta paket one day trip.

Namun, wisatawan yang mengikuti paket tersebut harus menyiapkan fisik. Sebab, perjalanan dari lokasi parkir kendaraan menuju kebun ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam.

Sesampainya di kebun, pengunjung akan mendapatkan pengalaman berbeda. Suara durian jatuh dari pohon menjadi bagian dari suasana khas perkebunan saat musim panen.

“Peserta harus jalan kaki dari parkiran kendaraan ke lokasi kebun, memakan waktu sekitar 1,5 jam. Di kebun durian nanti, jangan kaget jika ada suara benda jatuh. Itu dipastikan durian, dan bisa kita makan saat itu juga,” jelas Hilal.

Menurut Hilal, musim panen durian Tegalwaru diperkirakan semakin meningkat hingga mencapai panen raya pada akhir September 2026. Memasuki Oktober, jumlah durian yang dapat dipanen diperkirakan mulai menurun.

Untuk menjaga ketersediaan buah bagi masyarakat sekitar sekaligus mempertahankan kualitas pengalaman wisata, komunitas petani durian Tegalwaru menerapkan pembatasan jumlah peserta.

Konsep wisata tersebut sekaligus menjadi upaya petani mengenalkan potensi agrowisata Tegalwaru. Pengunjung tidak hanya mendapatkan kesempatan menikmati durian matang di pohon, tetapi juga merasakan langsung suasana perkebunan di kawasan pegunungan Sanggabuana.