Peristiwa

BTH Job Fair 2026 Jembatani Lulusan dengan Dunia Kerja Sejak Dini

×

BTH Job Fair 2026 Jembatani Lulusan dengan Dunia Kerja Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Rektor Universitas BTH Tasikmalaya Prof. Ruswanto membuka BTH Job Fair 2026 di Convention Hall kampus.
Rektor Universitas BTH Tasikmalaya Prof. Ruswanto membuka BTH Job Fair 2026 di Convention Hall kampus.

TASIKMALAYA – Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) Tasikmalaya menegaskan komitmennya mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja melalui penyelenggaraan BTH Job Fair 2026.

Kegiatan yang mengusung tagline “Lulus dari sini jangan nganggur” tersebut resmi dibuka di Convention Hall Universitas BTH Tasikmalaya, Selasa (15/9/2026) siang.

Job fair ini tidak hanya menjadi ruang informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga sarana mempertemukan mahasiswa dan calon wisudawan dengan perusahaan mitra sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

Rektor Universitas BTH Tasikmalaya, Prof. Dr. Ruswanto, M.Si., mengatakan, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa yang lulus. Aspek lain yang penting adalah sejauh mana lulusan dapat terserap di dunia kerja sesuai kompetensinya.

“Peluang kesempatan bagi wisudawan kita untuk mencari peluang-peluang pekerjaan di tahun 2026. Kami tidak ingin sekadar mencetak lulusan kemudian melepas mereka begitu saja menghadapi ketatnya pasar kerja,” ujar Ruswanto seusai membuka kegiatan.

Menurut Ruswanto, sejumlah alumni BTH, khususnya dari program studi bidang kesehatan, bahkan telah mendapat peluang kerja dari rumah sakit dan klinik sebelum mereka dinyatakan lulus.

Melalui BTH Job Fair 2026, pihak kampus berharap proses penyerapan tenaga kerja dapat berjalan lebih optimal. Meski tidak menetapkan target angka secara khusus, Ruswanto optimistis kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi lulusan untuk segera bekerja.

“Insyaallah, lulus langsung kerja,” tegasnya.

Disnaker Dorong Jadi Agenda Tahunan

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengapresiasi langkah Universitas BTH Tasikmalaya yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dan industri.

Menurut Deni, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mendidik mahasiswa, tetapi juga perlu membantu membuka akses bagi lulusan menuju pasar kerja.

“Ini merupakan sebuah langkah yang sangat baik dari BTH. Jadi tidak hanya memikirkan bagaimana mendidik mahasiswa, tapi juga memikirkan bagaimana setelah mereka lulus, carikan jalan keluar,” kata Deni.

Ia menilai kegiatan seperti job fair dapat menjadi model bagi perguruan tinggi maupun sekolah menengah kejuruan dalam mempersiapkan lulusan menghadapi dunia kerja.

Deni juga mendorong para lulusan agar tidak membatasi pilihan karier hanya pada sektor medis atau wilayah Kota Tasikmalaya. Menurutnya, peluang kerja dapat ditemukan di berbagai sektor dan daerah sesuai kompetensi serta kesiapan masing-masing pencari kerja.

Ia berharap agenda job fair dapat digelar secara rutin, terutama menjelang masa wisuda, sehingga potensi peningkatan angka pengangguran terdidik dapat diantisipasi sejak awal.

Mahasiswa Antusias Menjajaki Peluang Kerja

Antusiasme mengikuti kegiatan terlihat dari para peserta, termasuk Ersa Cheese (21), mahasiswi Keperawatan yang akan segera menyelesaikan studinya.

Ersa menilai job fair tersebut membantu mahasiswa memperoleh informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sebelumnya belum mereka ketahui.

“Bagus karena kita yang enggak tahu ada lowongan ini jadi tahu. Presentasi dari masing-masing perusahaan di booth juga membuat kami lebih mudah memahami peluang yang ditawarkan,” ungkap Ersa.

Ia mengaku lebih memprioritaskan lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya, terutama posisi di rumah sakit atau klinik.

Dengan menghadirkan berbagai perusahaan mitra, BTH Job Fair 2026 diharapkan dapat memperluas akses kerja bagi lulusan baru. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih kompetitif.