Peristiwa

Facebook Down! Ribuan Pengguna di Dunia Keluhkan Gangguan

×

Facebook Down! Ribuan Pengguna di Dunia Keluhkan Gangguan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Logo Facebook
Logo Facebook

LONDON – Ribuan orang melaporkan mengalami gangguan saat mengakses Facebook pada Minggu (20/9/2026) malam waktu setempat. Berdasarkan data Downdetector, Facebook down September 2026 ini tercatat lebih dari 17.400 laporan hingga pukul 21.15 waktu ET.

Sebagian besar laporan menyebutkan pengguna kesulitan mengakses situs Facebook yang macet di logo Facebook dan tidak dapat dimuat lebih lanjut. Beberapa halaman hanya menampilkan layar putih. Sekitar 12 persen laporan menyebut aplikasi mengalami masalah login. Peta gangguan Downdetector menunjukkan laporan terbanyak berasal dari New York, Los Angeles, San Francisco, Dallas, Atlanta, dan Florida.

Gangguan Facebook dan Instagram juga dilaporkan terjadi di luar Amerika Serikat. Laporan daring dan media lain menyebut gangguan ini turut berdampak pada pengguna di Meksiko, Eropa, dan Asia. Sekitar satu jam setelah laporan mulai masuk, sejumlah pengguna melaporkan situs kembali berfungsi normal.

Gangguan Facebook dan Instagram juga terpantau pada Instagram, yang dimiliki perusahaan induk Meta. Beberapa ribu laporan menyebut Instagram down pada waktu yang hampir bersamaan. Masalah pada kedua aplikasi tampaknya teratasi sekitar pukul 21.50 waktu ET.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Meta terkait penyebab Facebook down September 2026. Laporan mulai menurun sekitar pukul 21.45 waktu ET, menandakan pemulihan akses secara bertahap. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai skala penuh atau dampak lanjutan dari gangguan tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa layanan digital berskala global sekalipun rentan terhadap gangguan teknis. Pengguna diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak Meta. Gangguan Facebook dan Instagram ini juga menunjukkan betapa besar ketergantungan masyarakat modern terhadap platform media sosial dalam aktivitas sehari-hari (Sumber: Reuters)