BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Dorongan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna atau KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung 2026 periode 2026–2031 di Gedung Moh. Toha, Soreang, Rabu (23/9/2026).
KDS menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua DPD PPSI Kabupaten Bandung beserta seluruh jajaran yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dan membawa PPSI semakin eksis. Dalam kesempatan itu, KDS meminta Dinas Kebudayaan memberikan pendampingan kepada para paguron dalam melengkapi persyaratan administrasi, termasuk AD/ART.
“Apabila sudah ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang ditertibkan dan izin dari Dinas Kebudayaan sudah diterbitkan, maka wajib hukumnya Dinas Kebudayaan untuk menganggarkan kepada para paguron tersebut,” katanya.
Ke depan, Pemkab Bandung membuka ruang kolaborasi bersama PPSI dalam penyelenggaraan kegiatan berskala nasional. KDS menyatakan kesiapan Kabupaten Bandung menjadi tuan rumah Pagelaran Pencak Silat Nasional. Menurutnya, kegiatan itu memberi manfaat luas: ruang apresiasi seniman dan pesilat, penguatan ekonomi, hingga peningkatan aktivitas UMKM. “Kita siap jadi tuan rumah. Nanti kita kemas seperti apa sehingga ini ada empat manfaat,” ujar KDS.
Lebih jauh, pembinaan pencak silat Kabupaten Bandung diarahkan masuk ke lingkungan pendidikan. KDS meminta Dinas Pendidikan mendorong ekstrakurikuler pencak silat di setiap sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, pembinaan di sekolah tidak hanya mendukung aktivitas olahraga, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta keterampilan bela diri dasar. “Minimal untuk menjaga diri sendiri,” tegasnya.
KDS menilai pencak silat memiliki peran strategis dalam pengembangan olahraga masyarakat. Hal itu sejalan dengan momentum Hari Olahraga Nasional ke-43 yang diperingati pada hari yang sama. “Bukan hanya basa-basi atau slogan, tapi olahraga masyarakat ini yang harus kita pupuk dan kita bina,” pungkasnya. Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemkab Bandung berharap pencak silat terus berkembang sebagai olahraga masyarakat, wadah pembinaan generasi muda, serta kekayaan seni dan budaya daerah.




