LONDON — Sepak bola kerap ditentukan oleh detail kecil yang tak terduga. Di Stadion Wembley, takdir duel raksasa Eropa antara Inggris kontra Spanyol pada laga pembuka Grup A3 UEFA Nations League 2026/2027 berbalik arah hanya gara-gara satu tumpuan kaki yang goyah.
Inggris yang sempat berada di atas angin dan memimpin 2-1 hingga jeda babak pertama, mendapatkan momentum emas untuk mengunci kemenangan lewat titik putih. Namun, nasib buruk menghampiri Harry Kane. Sang kapten terpeleset sepersekian detik sebelum melepaskan tembakan, membuat bola melambung dan hanya mencium mistar gawang Spanyol.
Kegagalan penalti tersebut seketika meruntuhkan momentum psikologis anak asuh Thomas Tuchel. Wembley yang semula bergemuruh mendadak hening, memberi ruang bagi Spanyol untuk melancarkan hukuman berdarah dingin.
Tuah Instan Álex Baena
Melihat celah kepanikan di lini belakang The Three Lions, Spanyol memasukkan Álex Baena. Keputusan ini terbukti menjadi kartu as paling mematikan.
Hanya butuh beberapa menit di atas lapangan, Baena sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-60 lewat penyelesaian klinis. Tidak berhenti di situ, visi bermain gelandang serang tersebut kembali memorak-porandakan pertahanan tuan rumah pada menit ke-74. Umpan matang yang ia lepaskan berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal untuk membalikkan skor menjadi 3-2.
Sebelum drama babak kedua pecah, laga ulangan final Euro 2024 ini sejatinya sudah berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal. Lamine Yamal membungkam publik tuan rumah saat laga baru berjalan dua menit usai memanfaatkan blunder bek Inggris, Marc Guéhi.
Inggris sempat merespons dengan impresif melalui gol balasan Anthony Gordon (36′) dan sundulan Kane yang berbelok arah setelah membentur Marc Cucurella (40′). Namun, ketidakmampuan membunuh laga lewat penalti babak kedua harus dibayar teramat mahal.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 3-2 tetap bertahan untuk keunggulan La Furia Roja. Hasil ini menegaskan keunggulan mentalitas Spanyol atas Inggris di panggung besar, sekaligus memberi pekerjaan rumah berat bagi debut kompetitif Thomas Tuchel jelang pertemuan kedua di Spanyol pada 16 November 2026 mendatang.







