GARUT — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut mencatat lonjakan kejadian kebakaran sepanjang 2026. Hingga 29 September 2026, tercatat 544 kejadian, melonjak 141,78 persen dibanding total sepanjang 2025 yang hanya 225 kejadian.
Dari 544 kejadian itu, 219 merupakan kebakaran nonlahan dan 325 kebakaran lahan. Peningkatan paling mencolok terjadi pada kebakaran lahan. Sepanjang 2025 hanya tercatat 21 kejadian, sementara hingga 29 September 2026 sudah mencapai 325 kejadian—melonjak 1.447 persen atau bertambah 304 kasus.
Lonjakan tertinggi terjadi pada Agustus dengan 122 kejadian, disusul September 106 kejadian, dan Juli 81 kejadian. Data itu menunjukkan risiko kebakaran lahan meningkat tajam dan masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun.
Total area terbakar pada 2026 mencapai 123,08 hektare. Pada Januari hingga Juni, luas area terbakar relatif rendah. Kemudian meningkat menjadi 32,21 hektare pada Juli, 38,69 hektare pada Agustus, dan 50,66 hektare pada September.
Kebakaran nonlahan juga melampaui total tahun lalu. Sepanjang 2025 tercatat 204 kejadian, sedangkan hingga 29 September 2026 sudah 219 kejadian—naik 15 kasus. Puncaknya terjadi pada Juli dengan 35 kejadian, disusul Agustus 29 kejadian dan Februari 27 kejadian.
Disdamkarmat Garut menyebut data ini sebagai gambaran serius meningkatnya ancaman kebakaran di wilayah Garut. Lonjakan kebakaran lahan lebih dari sepuluh kali lipat dibanding tahun sebelumnya menjadi perhatian utama.
Disdamkarmat terus meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya menghadapi potensi kebakaran lahan pada periode pertengahan tahun. Edukasi kepada masyarakat soal pencegahan kebakaran juga diperkuat.
Dengan sisa waktu hingga akhir tahun, jumlah kebakaran berpotensi terus bertambah. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api.
Sumber: Disdamkarmat Kabupaten Garut




