JAKARTA — Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia jatuh pada Senin, 5 Oktober 2026. Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung upacara puncak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Prima, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Peringatan tahun ini digelar lebih sederhana sebagai bentuk efisiensi, sekaligus memfokuskan personel dalam penanganan bencana alam di beberapa daerah.
Tema resmi yang diusung: “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Upacara dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, serta para kepala staf tiga matra. Turut hadir Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Upacara melibatkan 3.378 personel pasukan gabungan serta 38 unit Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Dalam momentum ini, TNI memamerkan desain Pakaian Dinas Upacara baru untuk matra Darat, Laut, dan Udara. Perubahan mencolok terlihat pada model kerah tegak melingkar leher yang dilengkapi ornamen garis emas berlatar kain merah.
Bersamaan dengan hari jadi, Presiden Prabowo meresmikan sejumlah satuan baru. Termasuk pengukuhan enam Komando Daerah Militer baru dari TNI AD, di antaranya di Yogyakarta, Flores, Maluku Utara, dan NTT, serta reorganisasi satuan pada TNI AL dan TNI AU.
Menjelang HUT ke-81, Indonesia kedatangan sejumlah alutsista baru strategis. TNI AU menerima enam unit jet tempur Dassault Rafale dari total pesanan 42 unit, dua unit Airbus A400M Atlas, empat unit Dassault Falcon 8X, dan enam unit T-50i Golden Eagle. Turut tiba Rudal Meteor, bom pintar AASM Hammer, serta radar GCI GM403 dari Thales Prancis.
TNI AL memperkuat armada dengan KRI Sriwijaya, kapal induk pertama Indonesia hibah dari Italia eks ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal berbobot besar berukuran 180m x 33m itu bersandar di Tanjung Priok pada 18 September 2026. Hadir pula korvet Fincantieri KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, serta ranpur amfibi AAV M-35 untuk Korps Marinir.
TNI AD menerima 18 unit Tank Harimau, kendaraan tempur medium 30 ton hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki. Tank ini dilengkapi meriam 105 mm dengan jarak tembak efektif hingga 3 kilometer. Varian terbaru kendaraan taktis Maung Pindad juga disebarkan masif.
Sebagian besar alutsista baru dijadwalkan masuk defile pasukan dan pameran taktis. Ini memperlihatkan kesiapan pertahanan udara, darat, dan laut Indonesia di bawah program modernisasi era Prabowo.




