BANDUNG – RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis pada 15-21 Oktober 2026 mendatang. Langkah ini menjadi upaya strategis pihak rumah sakit untuk memperluas akses layanan penglihatan bagi masyarakat umum yang sangat membutuhkan.
Tingginya paparan layar digital pada era modern saat ini membuat risiko gangguan penglihatan semakin meningkat tajam di semua kelompok usia. Keluhan mata lelah, kering, hingga penglihatan kabur kini kerap dialami banyak orang tanpa disadari sebagai gejala awal masalah serius.
Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 34 juta orang telah menjalani pemeriksaan mata melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang periode berjalan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan yang memerlukan intervensi medis lanjutan.
Pemberian kacamata gratis ini sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini terhambat biaya untuk melakukan koreksi penglihatan. Ukuran lensa yang sesuai akan memudahkan aktivitas harian seperti membaca, bekerja, hingga berkendara dengan jauh lebih aman dan nyaman.
Pemeriksaan mata wajib dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten agar hasil diagnosisnya akurat dan penanganan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Masyarakat diimbau tidak menggunakan kacamata sembarangan karena kebutuhan koreksi refraksi tiap orang tentu berbeda satu sama lain.
Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala mendadak seperti penglihatan tiba-tiba kabur atau nyeri hebat pada area bola mata. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih fatal dan memastikan penanganan tepat waktu dilakukan oleh ahlinya.
Sebagai rumah sakit vertikal pusat di bawah naungan Kementerian Kesehatan, RSHS memang memiliki fasilitas layanan bedah mata yang sangat mumpuni. Fasilitas ini menjadi fondasi kuat untuk mendukung program deteksi dini dan pengobatan berbagai gangguan refraksi di masyarakat.
Masyarakat yang berminat mengikuti program ini diimbau menunggu pengumuman resmi terkait kuota, persyaratan, serta mekanisme pendaftarannya. Informasi valid perlu dipastikan terlebih dahulu agar warga tidak mendatangi lokasi secara sia-sia karena kendala teknis.
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya rutin memeriksakan kesehatan mata. Upaya bersama ini menjadi investasi penting untuk menciptakan generasi produktif yang bebas dari risiko kebutaan.




