SUMEDANG – Infrastruktur jalan di kawasan wisata Bendungan Jatigede, Kabupaten Sumedang, terus dibenahi secara masif untuk memperlancar konektivitas warga dan wisatawan. Salah satu ruas yang telah selesai diaspal menggunakan metode hotmix adalah Jalan Cijeungjing–Cihideung di Kecamatan Jatigede dengan hasil yang sangat memuaskan.
Jalan tersebut menghubungkan Desa Cijeungjing dengan Desa Kadujaya dan menjadi jalur utama dari Tolengas menuju Jalan Lingkar Utara Jatigede. Perbaikan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh serta mempermudah distribusi hasil bumi masyarakat setempat secara signifikan.
Keberadaan Jalan Lingkar Utara Jatigede sepanjang 4,24 kilometer dengan lebar enam meter menjadi infrastruktur kunci bagi kawasan wisata tersebut. Pembangunan jalan ini menggunakan skema pendanaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan rampung pada Mei 2025 lalu.
Penerapan teknologi penguatan tanah menggunakan geosintetik dilakukan untuk menjaga kestabilan konstruksi di medan menantang. Langkah inovatif ini penting untuk memastikan jalan tetap aman dilalui kendaraan meski dibangun di area perbukitan ekstrem.
Akses yang semakin mudah diproyeksikan membuka peluang besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar waduk. Arus kunjungan wisatawan dapat mendongkrak penjualan makanan, jasa penginapan, hingga penyewaan kendaraan offroad untuk wisata petualangan alam.
Namun, di balik kelancaran akses tersebut, Pemkab Sumedang mengingatkan adanya risiko pergerakan tanah dan longsor di Blok Pasirringkik, Kecamatan Cisitu. Petugas terkait diminta segera menutup akses sementara apabila hujan deras melanda demi keselamatan pengguna jalan.
Ke depan, manfaat pembangunan infrastruktur ini harus diimbangi dengan pemeliharaan rutin serta penanganan titik rawan longsor yang berkelanjutan. Penyediaan informasi jalur yang akurat dan kepatuhan pengguna jalan terhadap arahan petugas menjadi kunci kenyamanan bersama.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi bukti nyata percepatan pembangunan di sektor pariwisata nasional. Penggunaan dana SBSN yang transparan menunjukkan komitmen negara dalam menyediakan fasilitas publik yang berkualitas tinggi bagi seluruh rakyat.
Warga sekitar berharap peningkatan infrastruktur ini tidak hanya menjadi proyek sesaat yang berhenti setelah peresmian. Perawatan berkala serta edukasi keselamatan lalu lintas bagi pengendara harus terus digalakkan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah juga diminta aktif memantau kondisi tebing dan saluran air di sepanjang jalur lingkar. Kolaborasi bersama warga sangat dibutuhkan untuk melaporkan secara cepat jika terjadi tanda-tanda bahaya di lapangan.




