Peristiwa

Flyover Kiaracondong Macet Lagi, Pengendara Diminta Antisipasi!

×

Flyover Kiaracondong Macet Lagi, Pengendara Diminta Antisipasi!

Sebarkan artikel ini
Kepadatan arus lalu lintas terpantau terjadi di kawasan Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (22/10/2026).
Kepadatan arus lalu lintas terpantau terjadi di kawasan Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, Kamis (22/10/2026).

BANDUNG – Kemacetan lalu lintas dilaporkan terjadi di kawasan Flyover Kiaracondong, Kota Bandung, pada Kamis (22/10/2026). Sejumlah sepeda motor dan mobil tampak mengantre panjang di ruas jalan tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian pengguna jalan karena kawasan Kiaracondong merupakan salah satu jalur penting penghubung aktivitas masyarakat. Kepadatan kendaraan di area tersebut sangat memengaruhi kelancaran perjalanan, terutama bagi pengendara yang melintas untuk bekerja.

Dalam rekaman yang beredar, arus kendaraan terlihat bergerak beriringan dengan ruang gerak yang sangat terbatas. Sejumlah sepeda motor berada di antara kendaraan roda empat, sementara kendaraan lainnya mengantre mengikuti arus di sekitar jalan layang.

Kepadatan di kawasan flyover dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tingginya volume kendaraan hingga pertemuan arus dari beberapa arah. Namun, penyebab spesifik kemacetan pada hari ini belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman visual yang tersedia.

Kawasan Kiaracondong sendiri dikenal sebagai salah satu bagian Kota Bandung dengan aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Pergerakan kendaraan menuju permukiman dan pusat ekonomi menambah beban lalu lintas, khususnya ketika arus kendaraan meningkat.

Dampak kemacetan di jalur ini juga berpotensi meluas ke ruas jalan yang terhubung apabila antrean kendaraan terus bertambah. Pengendara yang hendak melintasi kawasan Kiaracondong perlu memperhitungkan waktu perjalanan agar tidak terlambat sampai di tujuan.

Sebelumnya, kawasan Jalan Ibrahim Adjie dan persimpangan Soekarno-Hatta juga pernah mengalami kemacetan akibat pekerjaan galian drainase pada September 2026. Saat itu, penyempitan badan jalan mengganggu arus kendaraan, terutama pada pagi hari ketika masyarakat berangkat kerja dan sekolah.

Persoalan lalu lintas di sekitar Kiaracondong turut menjadi perhatian pemerintah dan legislatif. Pada Mei 2026, DPRD Jawa Barat kembali mendorong rencana pembangunan flyover di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ibrahim Adjie untuk mengatasi kepadatan.

Bagi masyarakat yang akan melintas, pengendara disarankan memantau informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat. Penggunaan jalur alternatif dapat dipertimbangkan apabila kondisi lalu lintas memungkinkan dan rute tersebut tidak menambah kepadatan di ruas lain.

Hingga artikel ini disusun, penyebab pasti dan durasi kemacetan di kawasan Flyover Kiaracondong belum dapat dikonfirmasi melalui keterangan resmi. Informasi lebih lanjut dari kepolisian atau instansi terkait diperlukan untuk memastikan kondisi terkini serta langkah penanganan yang dilakukan.